Pekerja Migran Yang Sukses Bisnis Camilan di Arab Saudi, Raih Keuntungan 3,8 Trilyun

  • Whatsapp
Pekerja Migran Yang Sukses Bisnis Camilan di Arab Saudi, Raih Keuntungan  3,8 Trilyun
Pekerja Migran Yang Sukses Bisnis Camilan di Arab Saudi, Raih Keuntungan 3,8 Trilyun

Memo.co.id

Tidak Lulus SD, Sukses Jualan Camilan di Arab Saudi, dengan menjalankan bisnis camilan. Risma, asal Madura, pekerja migran di Saudi Arabia. Dia membuat camilan dan menyuplai ke seluruh pedagang di sana. Total keuntugan yang berhasil dibukukan mencapai 1 milyar. Jika dirupiahkan menjadi 3,8 trilyun.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari kanal YouTube Faiz Slamet, Jumat (2/7/2021), Risma menceritakan bagaimana akhirnya dia bisa menjadi pengusaha sukses di Makkah serta dikenal oleh masyarakat di Tanah Suci itu.

Risma memulai bisnis camilannya ini ketika pandemi Covid-19 dan sekarang sudah berjalan selama 7 bulan. Dia membuat sendiri camilannya dibantu para pegawainya. Mulai dari meracik bumbu, mengolah, hingga proses pengemasan dan pemasarannya, Risma punya tim sendiri.

Ada 33 varian camilan Risma, mulai keripik pare krispi, peyek, kacang telur, sampai rengginang manis. Semua camilan ini dia pasok ke hampir semua toko Indonesia yang ada di Arab Saudi.

Wanita asal Madura, Jawa Timur, ini mengaku memulai semua usahanya secara autodidak, tepatnya sejak ikut orangtuanya bekerja menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi. “Belajar bisnis autodidak dari pengalaman sendiri,” ungkapnya.

loading…

Ibu tiga anak ini melanjutkan, dirinya bukanlah seorang sarjana. Risma kecil bahkan hanya bersekolah sampai kelas V SD dan harus putus sekolah. Setelah itu, dia ikut orangtuanya ke Arab Saudi untuk bekerja dan tinggal di sana.

“Bapak sopir, ibu enggak kerja. Awal ibu ke sini saya sudah ada usaha. Pertama, saya jualan snack, bikin kue-kue pesanan untuk acara pernikahan, di rumah-rumah,” terangnya.

Meski putus sekolah, saat ini Risma sukses menjadi pengusaha. Apalagi ketika musim haji dan umrah, dia selalu kebanjiran orderan, baik katering ataupun snack camilan.

Untuk memberikan kenyamanan kepada para pegawainya, Risma sengaja menyewa sebuah hunian seperti apartemen khusus untuk para pegawainya. Ada 27 pintu kamar, dan harga sewa per bulannya mencapai Rp500 juta.

Pos terkait