Example floating
Example floating
inspirasiSehat Bugar

Panduan Pertolongan Pertama untuk Gigitan Hewan Rabies: Kemenkes RI

Avatar
×

Panduan Pertolongan Pertama untuk Gigitan Hewan Rabies: Kemenkes RI

Sebarkan artikel ini
Panduan Pertolongan Pertama untuk Gigitan Hewan Rabies Kemenkes RI

MEMO, Jakarta: Kemenkes RI memperkenalkan panduan pertolongan pertama yang penting bagi mereka yang tergigit oleh hewan rabies seperti anjing liar.

Dalam sebuah laporan baru-baru ini, data Kemenkes mengungkapkan bahwa kasus rabies di Indonesia mengalami peningkatan pada tahun 2022, terutama selama masa pandemi COVID-19.

Baca Juga: Bill Gates Suntik Dana Rp2,5 Triliun untuk Vaksin TBC & Malaria di RI, Prabowo Kawal Langsung!

Artikel ini akan membahas empat langkah pertolongan pertama yang direkomendasikan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Imran Pambudi, serta pentingnya segera mencari perawatan medis setelah gigitan rabies terjadi.

Kasus Rabies Meningkat di Indonesia: Data Kemenkes RI Terbaru

Kementerian Kesehatan RI telah mengungkapkan empat langkah pertolongan pertama bagi seseorang yang tergigit hewan rabies, seperti anjing liar. Rabies merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya dan perlu diwaspadai oleh masyarakat.

Baca Juga: Sinergi LDII dan Ponpes Wali Barokah Kediri Wujudkan Kesalehan Sosial Melalui Santunan Anak Yatim dan Dhuafa

Menurut data Kementerian Kesehatan, kasus rabies di Indonesia mengalami peningkatan pada tahun 2022, yang terjadi secara bersamaan dengan pandemi COVID-19.

Penyakit mematikan ini paling sering disebabkan oleh gigitan hewan peliharaan, terutama anjing.

Baca Juga: Dansatgas TMMD ke-127 Sekaligus Dandim 0809/Kediri Tinjau Langsung Sasaran Pembangunan di Desa Gadungan

Tindakan Pertama yang Perlu Dilakukan: Cuci Luka dan Gunakan Antiseptik

Berikut adalah empat langkah pertolongan pertama dari gigitan rabies, seperti yang disampaikan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Imran Pambudi:

  1. Cuci luka dengan air mengalir dan sabun/deterjen selama 15 menit.
  2. Gunakan antiseptik atau bahan sejenis.
  3. Segera pergi ke fasilitas kesehatan untuk membersihkan luka secara lebih lanjut.
  4. Terapi vaksin anti rabies (VAR) dan serum anti rabies (SAR) harus diberikan sesuai dengan indikasi.

Imran menjelaskan bahwa seseorang yang tergigit oleh hewan rabies harus segera mendatangi fasilitas kesehatan. Terlambatnya penanganan gigitan rabies tersebut dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya.

“Banyak kematian akibat rabies terjadi karena korban terlambat datang ke fasilitas kesehatan. Mereka menganggap bahwa gigitan tersebut hanya sepele dan tidak berdarah, sehingga mereka datang ke fasilitas kesehatan dalam kondisi yang sudah parah,” kata Imran dalam keterangannya kepada wartawan beberapa waktu yang lalu.

Imran mengimbau masyarakat untuk segera mencari layanan kesehatan jika mereka tergigit oleh hewan rabies. Petugas kesehatan akan memeriksa luka gigitan pada korban.

“Jika digigit oleh anjing, segera pergi ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan luka. Jangan ditunda,” ucap Imran.

Selanjutnya, Imran menjelaskan bahwa tingkat keparahan luka akibat rabies tergantung pada lokasi gigitan hewan tersebut. Semakin dekat gigitan dengan saraf, maka dampak pada tubuh akan semakin berbahaya.

“Secara prinsip, semakin dekat lokasi gigitan dengan saraf, maka prognosisnya akan semakin buruk. Hal ini karena virus rabies akan lebih cepat menyebar ke saraf-saraf seperti otak atau bagian kepala,” jelas Imran.

 

Dalam upaya pencegahan dan penanggulangan rabies, Kemenkes RI telah menyampaikan panduan penting mengenai pertolongan pertama bagi mereka yang tergigit oleh hewan rabies.

Terlambatnya penanganan dapat mengakibatkan komplikasi serius, bahkan kematian.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali langkah-langkah pertolongan pertama yang disarankan dan segera mendapatkan perawatan medis setelah tergigit.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang gigitan rabies dan tindakan yang tepat, diharapkan masyarakat dapat mengurangi risiko penyakit yang mematikan ini.