Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Hukum

Pak Kumis dari Banyuwangi Membunuh Pasangan Gelapnya, Setelah Hasrat Seksnya Memuncak

A. Daroini
×

Pak Kumis dari Banyuwangi Membunuh Pasangan Gelapnya, Setelah Hasrat Seksnya Memuncak

Sebarkan artikel ini

pak-kumis-membunuh

Bali, Memo.co.id
Misbach (52) pria berkumis asal Banyuwangi, tega membunuh pasangan gelapnya, Ni Made Astini (44) di sebuah kamar kos kosan di Desa Sengapadu, Sukawati, Giayar, Bali. Pak Kumis- panggilan Misbach, mencekik leher NI Made Astini hingga tewas. Saat mencekik leher pasangannya, Pak Kumis sedang berhubungan badan dengan wanita yang baru dicekiknya.

Baca Juga: "Tendang Saja!": Ancaman Walikota Madiun Bagi Pengusaha yang Tak Beri Upeti

Kaplsek Sukawati AKP I Wayan Wisnawa kepada wartawan mengatakan, MIsbach dengan I Made Astini menjalin hubungan asmara. Miscbah sendiri adalah duda, sedang I Made Astini juga janda. Keduanya sama sama mempunyai anak dan tinggal di sebuah rumah kos kosan di Sengapadu Sukawati. Hubungan keduanya sudah berjalan sekitar 4 bulan lalu.

” Petugas menangkap Misbach di tempat persembunyiannya di Jl Gnung Barat, Ubung Denpasar Barat, kemarin, setelah melarikan diri dari rumah kos kosannya,” kata Wismana. Setelah menanglap pelaku, petugas memeriksa secara maraton dan mengakui semua perbuatannya. Kini, dia dijebloskan dalam tahanan Mapolsek Sukawati, untuk melengkapi pemberkasan sehingga kasusnya segera disidangkan.

Baca Juga: Thariq Megah Ajukan Perlawanan Hukum atas Dakwaan KPK sementara Maidi Pilih Pembuktian

Di depan penyidik, Misbach mengaku semua perbuatannya. Ketika membunuh pasangan gelapnya, dia sedang kalap karena selalu minta uang. Berkali kali minta uang. Saat berhubungan badan sebelum pembunuhan, dia juga minta uang. ” Karena kalap, saya mencekik lehernya hingga kesakitan dan mati,” katanya sebagaimana pengakuannya dalam petugas Polsek.

Kapolsek Sukawati, AKP I Wayan Wisnawa menjelaskan, Misbah dan pasangan gelapnya tinggal satu kamar di tempat kos layaknya suami istri. Sebelum dihabisi, pelaku dan korban sempat indehoi tapi kemudian terlibat cekcok.
Penyebabnya, kata pelaku, korban kembali meminta uang senilai Rp 1 juta.

Baca Juga: Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi Didakwa Jaksa KPK Peras STIKES Hingga Terima Fee Proyek Rp 2,25 Miliar

“Saya kalap. Saya kesal, terus dimintai uang. Terakhir dia minta Rp 1 juta,” kata Misbah. Pria pengangguran ini juga mengaku kesal karena sering disuruh korban mencari pekerjaan dengan cara dibentak. “Karena saya tak bekerja, saya dimarahi terus,” ucapnya. Misbah mengakui kedatangannya ke Bali untuk mencari pekerjaan. Pak Kumis dari Banyuawangi. ( ed )