Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
NGANJUK

Pagelaran Wayang Timplong Meriahkan Acara Nyadran Dusun Patuk Kampungbaru

Mulyadi Memo
×

Pagelaran Wayang Timplong Meriahkan Acara Nyadran Dusun Patuk Kampungbaru

Sebarkan artikel ini

NGANJUK, MEMO – Mengenal lebih dekat sejarah lahirnya kesenian tradisional Jawa ” Wayang Timplong” yang hingga kini masih hidup di tengah era digitalisasi dan masih tampil di acara acara tertentu berbau ritual. Seperti acara nyadran atau bersih desa.

Wayang Timplong atau masyarakat awam menyebutnya dengan istilah wayang krucil adalah kesenian wayang asli khas Nganjuk, Jawa Timur.

Baca Juga: Grebeg Suro Macopat Trah Gajah Mada Lambang Kebangkitan Budaya Jawa Di Peradaban Modernisasi

Kesenian kuno yang lahir sebelum Indonesia merdeka atau tepatnya di tahun 1910 tersebut diciptakan oleh Mbah Bancol dari Desa Kedungbajul, Kecamatan Pace.

Baca Juga: Bantuan Pangan Kedungrejo Hujan Protes, Komisi lV DPRD Bersuara, Ada Apa ?

Dinamakan “Timplong” karena bunyi gamelannya yang khas, terdengar seperti “plong-plong-plong” dari kejauhan.
Wayang Timplong terbuat dari kayu pipih seperti kayu waru ,mentaos atau pinus .Ukuranya lebih kecil dibandingkan wayang kulit.

Baca Juga: Rumah Pedagang Tahu Tek Keliling Di Kampungbaru Segera Dibongkar, Begini Penjelasan Kepala Baznas Zaenal Arifin,,,

Sudah menjadi ciri khasnya, pementasan Wayang Timplong diiringi alat gamelan Jawa yang lebih sederhana. Hanya menggunakan gambang, kendang,kenong dan gong kecil ( suwukan ).

Karakter lainnya, pementasan wayang timplong biasanya tanpa kelir atau ada kelirnya tapi bolong tengah. Dan waktu pertunjukkan lazimnya dilakukan pada siang hari. Tapi ada sebagian memilih malam hari.