PT Sanken Indonesia, yang selama ini dikenal sebagai produsen SMPS (Switch Mode Power Supply) dan transformer, secara resmi akan menutup operasionalnya pada Juni 2025. Keputusan ini tentu akan memberikan dampak besar bagi para pekerja yang selama ini menggantungkan hidupnya di perusahaan tersebut.
Jika tidak ada langkah konkret dari pemerintah, maka PHK massal ini bisa semakin memperburuk kondisi ekonomi masyarakat, terutama bagi mereka yang sulit mendapatkan pekerjaan baru di sektor manufaktur yang saat ini mengalami tekanan besar.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Bane mendesak agar pemerintah segera menyiapkan strategi mitigasi, baik dalam bentuk pelatihan keterampilan baru bagi pekerja terdampak, penyediaan lapangan kerja alternatif, maupun insentif bagi industri manufaktur agar tidak semakin banyak perusahaan yang gulung tikar.
Dengan ancaman deindustrialisasi yang semakin nyata, langkah cepat dan kebijakan yang tepat sangat dibutuhkan agar dampak buruknya tidak meluas dan mengancam kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb












