MEMO – Suasana Pasar Asemka, Jakarta Barat, pada hari Selasa masih dipenuhi oleh para pembeli yang mencari ornamen dan pernak-pernik khas Lebaran atau Idul Fitri. Barang-barang ini diburu baik untuk menghias rumah pribadi maupun untuk dijual kembali.
Meskipun beberapa pedagang di Pasar Asemka mengakui adanya sedikit penurunan penjualan dibandingkan tahun sebelumnya, mereka tetap optimis bahwa ornamen Lebaran masih menjadi incaran utama para pembeli menjelang hari raya.
Baca Juga: Pemerintah Salurkan Enam Program Bansos Serentak Mulai April 2026
Salah seorang pedagang pernak-pernik Lebaran, Utik (55), mengungkapkan bahwa meskipun ada penurunan daya beli akibat dampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Tunjangan Hari Raya (THR) yang tidak sebesar tahun lalu, minat pembeli terhadap pernak-pernik Lebaran tetap tinggi.
“Mulai minggu kemarin, banyak yang mencari ornamen ketupat atau hiasan masjid. Amplop uang untuk hari raya juga banyak dicari,” tuturnya.
Baca Juga: Strategi Efisiensi Energi Pemerintah Lewat Kebijakan WFH ASN Setiap Hari Jumat
Harga ornamen Lebaran di Pasar Asemka bervariasi, mulai dari Rp10.000 untuk hiasan kecil hingga Rp300.000 untuk ornamen yang lebih besar dan mewah. Sementara itu, amplop uang dijual dengan harga Rp10.000 untuk tiga paket yang masing-masing berisi 10 lembar.
Tohar (62), seorang pedagang lainnya, menambahkan bahwa meskipun suasana pasar tahun ini terlihat lebih sepi dibandingkan tahun lalu, penjualannya tetap mengalami peningkatan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Baca Juga: Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT 2026 Terbaru Jelang Pencairan Tahap II April
“Ya, memang tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, tapi dibandingkan bulan kemarin, pendapatan saya alhamdulillah meningkat,” katanya.












