Hal tersebut tentunya mendorong Pemprow Jatim untuk lebih memperhatikan pengembangan disektor tersebut salah satunya dengan Pembangunan Kawasan Industri Halal,yang didalamnya disiapkan sebuah ekosistem yang benar-benar halal.
Mulai logistik,SDM hingga lembaga keuangan yang ikut didalamnya berbasis syariah.
Pengembangan produk halal ini bukan tanpa kendala,masih terbatasnya sarana,jumlah SDM yang belum memadai serta masih sedikitnya jumlah industri yang sudah difasilitasi oleh pemerintah menjadi tantangan yang perlu dicari solusinya.
SIPAHALA(Sistem Informasi Produk Halal)dan terobosan lain dibuat untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Media dalam hal ini selaku mitra diharapkan mampu menjadi sarana penyampaian aspirasi,sosialisasi program,publikasi produk dan pemberi edukasi kepada masyarakat .
Dalam paparannya, beliau juga menyampaikan pentingnya peran media dalam mendukung pengembangan industri halal, dalam upaya mendorong pemulihan ekonomi daerah. ( joko )
Baca Juga: Jelang Munas X LDII April 2025, Menteri Fadli Zon Minta LDII Perkuat Kebudayaan












