Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Peristiwa Hukum

Ngamuk, Si Jago Merah Luluh Lantakan  Rumah Penjaga Kuburan

A. Daroini
×

Ngamuk, Si Jago Merah Luluh Lantakan  Rumah Penjaga Kuburan

Sebarkan artikel ini
Si Jago Merah Luluh Lantakan  Rumah Penjaga Kuburan

Ngamuk di arena kuburan umum Kampung Cibogo, si jago merah meluluh lantakkan rumah milik penjaga kuburan atau tempat pemakaman umum (TPU) . Rumah penjaga kuburan itu terbakar rata tanah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kuburan tersebut.

Rumah Nunung Heri  , usia 65 tahun , yang disebut penjaga makam atau tempat pemakaman umum (TPU) yang ada di Daerah Cibogo, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat rata dengan tanah karena dilahap ‘Si Jago Merah’, tadi malam

“Tidak ada korban jiwa pada peristiwa kebakaran yang terjadi di Dusun Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi pada Minggu malam itu. Tetapi pemilik dan keluarganya harus pindah, karena tempat tinggalnya telah rata dengan tanah,” kata Petugas Penanggulangan Bencana (P2BK) Bantargadung Sichabudin di Sukabumi, Senin (31/10) diambil dari Antara.

Menurut Sichabudin, hasil dari olah tempat peristiwa kasus (TKP) yang sudah dilakukan oleh faksi kepolisian, kebakaran itu dipacu oleh korsleting listrik, di mana recikan apinya membakar sisi rumah penjaga makam ini yang gampang terbakar dan api juga secara cepat menyebar ke semua bangunan.

Info yang dihimpun dari P2BK Bantargadung, kebakaran bermula saat masyarakat menyaksikan kepulan asap hitam keluar salah satunya ruang rumah punya Nunung Heri dan sesaat api juga makin membesar. Tanpa dikomandoi masyarakat lantas mengevakuasi pemilik rumah dan coba mematikan api dengan alat seadanya.

Tidak lama, truk pemadam kebakaran (damkar) datang di lokasi dan langsung menyemprot air untuk mematikan api yang makin jadi membesar dan menahan api merambat ke pemukiman warga.

Sekitaran satu jam, pada akhirnya team damkar sukses mematikan api yang membakar rumah penjaga makam itu dan ditegaskan tidak ada baranya api yang menyala.

Menurut Sichabudin, karena peristiwa ini korban harus terpaksa pindah ke rumah familinya. Rugi yang dirasakan ditaksir capai Rp20 juta dan tidak ada barang bernilai punya korban yang sukses ditolong.

Atas peristiwa ini faksinya bekerjasama dengan Pemerintahan Kabupaten Sukabumi, Pemdes Bojonggaling dan lembaga berkaitan yang lain untuk selekasnya salurkan kontribusi genting baik berbentuk baju atau makanan.