Trenggalek, Memo –
Pagi itu, Selasa, 10 Juni 2025, suasana di depan Kantor Pusat Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPP) Madani mendadak riuh.
Bukan karena aktivitas bisnis biasa, melainkan disesaki oleh ratusan nasabah yang datang membawa kemarahan dan kekecewaan.
Mereka menuntut kejelasan dan pengembalian tabungan yang telah berbulan-bulan sulit dicairkan. Aksi unjuk rasa ini mencerminkan puncak dari frustrasi para anggota koperasi yang merasa hak-hak mereka diabaikan.
Aksi massa yang berjumlah tak kurang dari ratusan orang ini berlangsung di bawah pengawasan ketat aparat keamanan. Personel TNI/POLRI tampak bersiaga untuk memastikan jalannya demonstrasi tetap kondusif dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Nova Handani, salah satu orator aksi, menyampaikan orasi yang penuh semangat, menegaskan kembali tuntutan agar KSPP Syariah Madani segera mencairkan tabungan para anggotanya.
Dengan semangat membara, para demonstran menyuarakan lima tuntutan utama yang menjadi inti keluhan mereka:
- Pengembalian Tabungan Segera: Nasabah mendesak agar tabungan mereka dikembalikan dalam tempo sesingkat-singkatnya, disertai solusi konkret untuk proses pencairan dana.
- Tolak Intimidasi: Mereka menolak keras dan siap melawan segala bentuk intimidasi yang mungkin dilakukan oleh pihak KSPP Syariah Madani.
- Transparansi Keuangan: Tuntutan mendasar lainnya adalah transparansi penuh dalam pengelolaan keuangan KSPP Syariah Madani. Nasabah ingin tahu ke mana uang mereka dialirkan dan bagaimana kondisinya.
- Keterbukaan Pengurus: Para pengurus KSPP Syariah Madani dituntut untuk terbuka dan menjelaskan secara gamblang penyebab di balik kegagalan pencairan dana nasabah.
- Tanggung Jawab Penuh Direktur: Tuntutan terakhir yang paling krusial adalah agar direktur KSPP Madani bertanggung jawab penuh, baik secara hukum maupun moral, atas hak-hak nasabah yang terabaikan.
Tak hanya itu, para demonstran juga mendesak pihak Madani untuk membuka secara transparan siklus keuangan mereka. Mereka mengancam akan terus menggelar aksi serupa jika hak-hak mereka belum juga dipenuhi.
“Setelah ini kami akan melakukan unjuk rasa di Kantor DPRD Trenggalek untuk memperjuangkan hak kami,” ujar Nova, menandakan keseriusan mereka dalam memperjuangkan nasib tabungannya.
Di tengah teriknya matahari dan sorotan mata publik, berbagai keluhan personal pun tumpah ruah. Dengan nada lirih, tak jarang para nasabah menyampaikan kisah-kisah kesulitan mereka di depan umum, berharap keluhan mereka didengar oleh para pengurus KSPP Syariah Madani yang masih berada di dalam kantor.
Ada yang bercerita tentang kebutuhan mendesak yang terhambat karena dana tak bisa dicairkan, ada pula yang berderai air mata menggambarkan betapa sulitnya hidup tanpa akses ke tabungan mereka sendiri. Momen-momen ini menjadi gambaran nyata betapa krusialnya masalah yang mereka hadapi.
Setelah penantian yang cukup panjang, sekitar satu jam kemudian, Nurkholison selaku Bendahara KSPP Syariah Madani akhirnya keluar menemui para nasabah. Meskipun tensi sempat memanas di awal pertemuan, unjuk rasa kali ini secara keseluruhan berjalan dengan kondusif.
Nurkholison meminta waktu selama satu minggu untuk melakukan rapat internal dengan anggota pengurus lainnya guna mengambil keputusan terkait tuntutan nasabah.
“Sesuai kesepakatan kami habis ini akan melakukan rapat bersama pengurus untuk dan hasil rapatnya nanti akan kami sampaikan selama satu minggu,” janji Nurkholison. Publik dan para nasabah kini menanti dengan harap-harap cemas hasil dari rapat tersebut, semoga membawa angin segar bagi penyelesaian masalah yang berlarut-larut ini. ( Mul )
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini












