Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Trenggalek

Dinkes Trenggalek Belum Pastikan Dugaan Keracunan MBG SMPN 1 Trenggalek, Sampel Makanan Diuji di Surabaya

Hamzah Abdilah
×

Dinkes Trenggalek Belum Pastikan Dugaan Keracunan MBG SMPN 1 Trenggalek, Sampel Makanan Diuji di Surabaya

Sebarkan artikel ini
IMG 20260813 WA0024

TRENGGALEK,MEMO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Trenggalek belum dapat memastikan penyebab sakit perut dan diare yang dialami ratusan siswa serta guru SMP Negeri 1 Trenggalek setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, drg. Andik Muarifin, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi warga sekolah.
“Belum bisa dipastikan sebagai keracunan karena masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan,” ujar Andik saat dikonfirmasi, Kamis,(13/8/2026).

Pendaftaran siswa baru
kuota terbatas, datang ke Jl KH Wahid Hasyim Tanjung Warujayeng

Menurutnya, sampel makanan tersebut telah dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLabkesmas) Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan. Hingga saat ini, hasil laboratorium belum diterima Dinkes Kabupaten Trenggalek.

Karena hasil pemeriksaan belum keluar, Dinkes juga belum dapat menyimpulkan apakah keluhan kesehatan yang dialami siswa dan guru tersebut berkaitan langsung dengan makanan MBG yang dikonsumsi.
“Belum bisa disimpulkan,” tegasnya.

Sebelumnya, sebanyak 421 orang yang terdiri dari 404 siswa dan 17 guru SMPN 1 Trenggalek dilaporkan mengalami keluhan sakit perut dan diare setelah menyantap menu MBG pada Selasa (11/8/2026).

Menu yang dikonsumsi saat itu berupa sate ayam dengan bumbu kacang. Sejumlah siswa mengaku mengalami mulas hingga diare beberapa jam setelah menyantap makanan tersebut.

Namun, Dinkes menegaskan bahwa penyebab kejadian tersebut belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

Terkait tindak lanjut terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Andik menjelaskan bahwa kewenangan terhadap SPPG bukan berada di Dinas Kesehatan.

Dengan demikian, Dinkes saat ini fokus pada aspek kesehatan dan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab keluhan yang dialami warga sekolah.

Hasil pemeriksaan laboratorium BBLabkesmas Surabaya nantinya menjadi salah satu dasar penting untuk mengetahui apakah terdapat kontaminasi atau faktor lain pada makanan yang dikonsumsi siswa dan guru.(Hamzah)

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini