Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Kediri

Musim Proyek DAK SD-SMP , Komisi C Kebanjiran Laporan – SMPN 2 Tanjunganom Jadi Sorotan Utama

A. Daroini
×

Musim Proyek DAK SD-SMP , Komisi C Kebanjiran Laporan – SMPN 2 Tanjunganom Jadi Sorotan Utama

Sebarkan artikel ini
proyek DAK
Proyek pembangunan gedung lab IPA dan Perpustakaan di SMPN 2 Tanjunganom baru dimulai.
proyek DAK
Proyek pembangunan gedung lab IPA dan Perpustakaan di SMPN 2 Tanjunganom baru dimulai.

NGANJUK,MEMO.CO.ID –

Musim pelaksanaan proyek DAK SD /SMP tahun ini, Komisi C DPRD Nganjuk mulai kebanjiran laporan dari masyarakat.
Hal itu seperti dikatakan Ketua Komisi C DPRD Nganjuk, Tatit Heru Cahyono,A.Md bahwa dari sekian banyak pengaduan dari masyarakat salah satunya adalah materi persoalan proyek pembangunan gedung Lab IPA dan Perpustakaan di SMP Negeri 2 Tanjunganom.

Dalam pengaduan itu masih dikatakan politisi dari PDIP ini terkait prosedur pelaksanaan proyek swakelola yang indikasinya tidak melibatkan Panitia Pembangunan Sekolah (P2S). Artinya semua item kegiatan mulai dari pengelolaan keuangan serta belanja barang dan pemilihan pekerja harian (tukang dan kuli,red) seluruhnya dikendalikan oleh pihak luar.

Seperti data yang dikantongi Komisi C bahwa pihak penanggungjawab kegiatan dalam hal ini kepala sekolah SMPN 2 Tanjunganom dengan sengaja menunjuk kelompok pekerja dari luar lingkungan sekolah.

Padahal untuk proyek swakelola erat sekali hubunganya dengan program pemberdayaan masyarakat sekitar sekolah.” Pelaksana kegiatan semestinya P2S bukan kepala sekolah. Termasuk terkait penunjukan pekerja harian harus diprioritaskan dari kelompok wali murid miskin atau komite. Kalau kepala sekolah menunjuk pekerja diluar lingkungan sekolah itu tidak benar,” tegas Tatit.

Lebih lebih masih dikatakan Tatit kalau pekerja tersebut latar belakangnya adalah seorang pemborong justru akan timbul permasalahan baru. Meskipun dalam pelaksanaanya dilapangan tidak mengatasnamakan CV atau tidak menandatangani surat kontrak tapi itu tetap tidak benar. ” Kalaupun itu tetap dipaksakan karena dalih teknis atau sekolah dalam hal ini guru tidak mengerti soal bangunan, justru akan muncul persoalan fatal yaitu terkait kemurnian SPJ ,” tambahnya.

Untuk memastikan kebenaran dari pengaduan masyarakan kepada wartawan memo.co.id dalam waktu dekat komisi C akan sidak ke lokasi. ” Untuk menguji kebenaran data yang masuk perlu dilakukan sidak,” pungkasnya.

Terpisah saat wartawan klarifikasi persolan ini dengan Drs. Andy Winanto selaku kepala sekolah SMPN 2 Tanjunganom menampik keras tudingan itu. Saat dihubungi lewat telpon selularnya mantan kepala sekolah SMPN 1 Sawahan ini dengan nada tinggi menegaskan tidak melibatkan pihak CV tapi hanya seorang tukang bangunan biasa dari klurahan Werungotok Nganjuk. ” Kalau guru disuruh ngurusi semen batu bata apa tidak mengganggu tugasnya,” ucapnya (adi)

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini