Disinggung terkait pelaporan ke polisi atas ulah Ahok tersebut. Ma’ruf enggan menanggapi lebih jauh. Namun ia menilai bahwa pelaporan ke kepolisian itu bergantung dengan motif pelapornya. Bagi penegakan hukum, jika sudah masuk ranah hukum, ya itu domain polisi. Permintaan maaf Ahok bisa meredakan isu SARA di tanah air.
Sementara iutu, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengingatkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, atau Ahok, agar bijak dalam melontarkan pernyataan. Terlebih, dengan mengutip ayat dalam kitab suci umat Islam, Alquran.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
“Ini jadi pelajaran, bukan hanya Ahok. Biarlah ayat itu jadi milik umat Islam, jangan terjadi lagi,” kata Nasaruddin dalam perbincangan di tvOne, Senin 10 Oktober 2016.
Nasaruddin mengaku sudah melihat bolak-balik konten video Ahok di Kepulauan Seribu yang menuai kontroversi. Ia mengamati betul kalimat Ahok yang menyatakan ‘Kan, bisa saja dalam hati kecil, bapak ibu enggak bisa pilih saya, karena dibohongi (orang) dengan surat Al Maidah 51 macam-macam itu’.
Mantan Wakil Menteri Agama RI itu menilai kalimat yang diutarakan Ahok memang konteksnya tidak untuk menghina ayat Alquran. Namun, Ia tak menampik kalimat ‘karena dibohongi dengan Surat Al Maidah 51’ bisa mengundang interpretasi lain yang bisa menyakitkan orang lain.
“Saya mengimbau, ada kearifan bagi orang yang keliru mendalami ayat, apalagi mereka yang tidak memahami (Alquran),” ujarnya. (nu )
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb












