Example floating
Example floating
Abata

Momen Penting Sholat 5 Waktu, Perjalanan Nabi ke Sidratul Muntaha

Avatar
×

Momen Penting Sholat 5 Waktu, Perjalanan Nabi ke Sidratul Muntaha

Sebarkan artikel ini
Monen sholat 5 waktu, saat Nabi Muhammad mendapatkan perintah langsung dari Allah SWT
Monen sholat 5 waktu, saat Nabi Muhammad mendapatkan perintah langsung dari Allah SWT

Mengapa Sholat menjadi tiang agama. Umar bin Khattab , dalam riwayatnya, berpesan kepada semua gubernur di daerah kekuasannya.

“Sungguh urusan terpenting yang ada pada kalian bagi saya adalah sholat. Barang siapa yang menjaga shalatnya, maka dia telah menjaga agamanya. Siapa yang menyepelekan sholat, maka untuk urusan lain ia akan lebih sepelekan lagi. Tak ada bagian dari Islam, untuk orang-orang yang meninggalkan salat.

Baca Juga: Panduan Ibadah Malam Nisfu Syaban 2026 Lengkap Jadwal Doa dan Amalan Sunnah

Kedua, Sholat Syariat Langsung ke Rosulullah

Sholat adalah syariat yang langsung diperintahkan Allah kepada Nabi Muhammad. Melalui israk mi’raj, momen perjalanan hingga ke sidrotul muntaha, adalah perwujudan perintah langsung yang diberikan melalui
Nabi Muhammad SAW.

Berbeda dnegan amalan lainnya, semisal ibadah puasa, jihat, sodagah dan zakat. Perintah ibadah ibadah tersebut, disampaikan melalui perantara Malaikal JIbril. Kemudian malaikat Jibril menyampaikan ke  Rasulullah . Ini bedanya dengan perintah sholat 5 waktu.

Baca Juga: Era Baru Ibadah Suci: UU PIHU 2025 Buka Pintu Umrah Mandiri, Didukung Platform Digital Canggih Arab Saudi

Ketiga, Sholat 5 Waktu Pertama Dihisab

Kelak di hari kiamat, amalan yang pertama kali dihisab adalah Sholat 5 waktu. Jika sholatnya baik, hisabnya juga akan baik. Kelak, di hari kiamat, orang orang yang sholatnya baik dan tidak pernah meninggalkannya, pasti akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan.

Namun, jika sholat wajibnya kurang baik, Allah SWT mengatakan: “Lihatlah, apakah pada hamba tersebut memiliki amalan sholat sunnah?” Maka salat sunnah tersebut akan menyempurnakan salat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.”

Baca Juga: Saat Dentuman "Horeg" Mengusik Ketenangan dan Mengundang Fatwa MUI Jatim

Dalam riwayat lain disebutn: “Kemudian zakat akan (diperhitungkan) seperti itu. Kemudian amalan lainnya akan dihisab seperti itu pula.” [HR. Abu Daud, Ahmad, al Hakim, dan Baihaqi. Al Hakim menilai sanad hadis ini Sahih. Dan disepakati oleh Adz Dzahabi]

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, amalan apakah yang paling afdhol?” Jawab beliau, “sholat pada waktunya”. Lalu aku bertanya lagi, “Terus apa?” “Berbakti pada orangtua”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Lalu apa lagi”, aku bertanya kembali. “Jihad di jalan Allah”, jawab beliau. (HR. Bukhari no. 7534 dan Muslim no. 85)