Linglung di Madura: Akhir Misteri, Awal Pertanyaan Baru
Akhirnya, Kusnadi ditemukan. Di Madura, sebuah pulau yang secara geografis dekat namun terkadang menyimpan banyak kisah tersembunyi. Kondisinya yang “linglung” saat ditemukan menimbulkan banyak pertanyaan. Apa yang sebenarnya terjadi selama tujuh hari itu?
Apakah ia diculik seperti dugaan sang anak? Apakah kondisinya yang linglung adalah efek dari tekanan psikologis, ataukah ada faktor lain yang lebih misterius?
Penemuan ini memang mengakhiri drama pencarian, namun justru membuka babak baru dalam penyelidikan. Aparat kini dihadapkan pada tugas berat untuk menggali lebih dalam, tidak hanya tentang kasus dana hibah, tetapi juga tentang rentetan peristiwa yang mengiringi hilangnya Kusnadi.
Siapa tiga orang misterius itu? Apa motif di balik kepergiannya yang mendadak dan kemunculannya dalam kondisi yang membingungkan? Apakah ini upaya untuk menghilangkan jejak, ataukah sebuah peristiwa yang sama sekali terpisah dari jerat hukum yang membayangi?
Kasus Kusnadi, dengan segala dramanya, kini menjadi sorotan tajam. Ini adalah cerminan kompleksitas antara intrik politik, dugaan korupsi, dan sisi gelap kehidupan pribadi yang terkuak.
Masyarakat menanti, apakah penyidik mampu merangkai setiap kepingan puzzle ini, mengungkap kebenaran di balik hilangnya seorang ketua DPRD, dan menuntaskan kasus dana hibah yang telah merugikan negara.
Jejak Sinyal Ponsel dan Penemuan di Pinggir Jalan
Misteri hilangnya mantan Ketua DPRD Jawa Timur periode 2019-2024, Kusnadi, selama hampir sepekan menemui titik terang pada Senin dini hari, 9 Juni 2025. Kusnadi ditemukan di Bangkalan, Madura, dalam kondisi linglung. Penemuan ini, yang diwarnai dengan peran krusial sinyal ponsel, mengakhiri pencarian yang penuh kekhawatiran dan memunculkan pertanyaan baru mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada sang politikus.
Peran Sinyal Ponsel dalam Penemuan
Kunci utama dalam melacak keberadaan Kusnadi adalah sinyal dari telepon genggamnya. Setelah laporan orang hilang dibuat oleh putranya, Tonny Kusdita Kunong, pada Minggu, 8 Juni 2025, polisi segera bergerak. Petugas Polsek Balongbendo melakukan pengecekan data sinyal ponsel Kusnadi. Hasilnya menunjukkan bahwa ponsel tersebut terakhir kali aktif pada tanggal 8 Juni 2025 sekitar pukul 00.58 WIB, dengan sinyal terakhir terlacak di wilayah Pamekasan, Madura.
Informasi dari sinyal ponsel ini kemudian menjadi petunjuk vital bagi keluarga. Meskipun belum ada informasi spesifik mengenai adanya keterlibatan intelijen khusus dalam pelacakan awal, data teknis dari sinyal ponsel inilah yang mengarahkan keluarga dan pihak kepolisian ke Madura.
Bagaimana Kusnadi Ditemukan?
Kusnadi ditemukan oleh warga setempat di kawasan Tanah Merah, Bangkalan, Madura. Menurut penuturan anak kedua Kusnadi, Teddy Kusdita Kunong (yang juga merupakan sumber informasi ini), ayahnya tiba-tiba diturunkan dari sebuah mobil di pinggir jalan oleh orang tak dikenal. Warga yang menemukan Kusnadi kemudian membawanya ke salah satu rumah penduduk.
Setelah menerima kabar tersebut, yang juga beredar melalui informasi yang disebarkan keluarga di media sosial (Facebook), Teddy langsung melakukan panggilan video untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. “Orang itu kirim foto bapak ke saya yang tergeletak di jalanan. Saya langsung video call. Dan, benar itu bapak saya,” kata Teddy. Tanpa buang waktu, Teddy segera menjemput ayahnya di lokasi tersebut, sekitar pukul 01.00 dini hari.
Kondisi Kusnadi Setelah Ditemukan
Saat ditemukan di Madura, Kusnadi berada dalam kondisi “linglung”. Teddy Kusdita Kunong menjelaskan bahwa ayahnya terlihat bingung dan tidak mengetahui secara detail bagaimana ia bisa sampai di Madura, padahal terakhir kali ia ingat berada di Sidoarjo. “Bapak saya tanya dari mana saja, bapak saya seperti orang linglung. Beliau bingung tiba-tiba kok ada di Madura, padahal rumah di Sidoarjo,” ucap Teddy.
Meskipun dalam kondisi linglung, Teddy memastikan bahwa secara fisik, Kusnadi tidak mengalami luka-luka dan tidak ada barang berharga yang hilang. “Alhamdulillah baik-baik saja, dan saat ini sedang istirahat di rumah,” tandasnya.
Selama perjalanan pulang menuju Sidoarjo, Kusnadi disebut mulai bisa diajak berbicara dan menjawab pertanyaan dengan lebih baik. “Saya ajak ngobrol sepanjang jalan dan nyambung. Beliau sehat secara fisik, tapi tidak tahu kenapa bisa sampai ke Madura,” tambah Teddy. Pihak keluarga menduga Kusnadi sempat hilang karena “digendam” oleh seseorang, sebuah dugaan yang masih perlu didalami lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Identifikasi 3 Orang Pelaku Penculikan Terhadap Kusnadi
Identitas pasti dari ketiga orang yang diduga menjemput Kusnadi dari peternakannya di Balongbendo belum terungkap secara resmi.
Namun, ada beberapa petunjuk penting yang diberikan oleh pihak keluarga, khususnya Tonny Kusdita Kunong, putra Kusnadi, dan juga keterangan dari pegawai peternakan:
- Jumlah Orang: Ada tiga orang yang menjemput Kusnadi.
- Modus Penjemputan: Salah satu dari mereka menuntun Kusnadi, satu berada di dalam mobil, dan satu menunggu di dekat tiang listrik. Ini menunjukkan adanya koordinasi di antara mereka. Beberapa laporan juga menyebutkan mereka menggunakan mobil Grand Max hitam.
- Keterangan Saksi: Salah satu dari tiga orang tersebut bahkan sempat menginap di rumah Kusnadi sehari sebelum kejadian. Pegawai Kusnadi juga sempat melihat mereka berbincang panjang lebar.
- Logat Madura: Poin krusial yang diungkapkan adalah bahwa salah satu dari orang yang menginap dan berinteraksi dengan Kusnadi itu berbicara dengan logat Madura yang kental.
Pihak keluarga menduga kuat adanya dugaan penculikan atau “gendam” (semacam hipnotis) yang menyebabkan Kusnadi pergi dan ditemukan dalam kondisi linglung. Namun, sampai saat ini, kepolisian belum mengonfirmasi motif atau identitas lengkap ketiga orang tersebut. Penyelidikan lebih lanjut kemungkinan akan fokus pada upaya identifikasi dan penelusuran lebih dalam terhadap orang-orang yang terakhir kali bersama Kusnadi sebelum ia menghilang.












