Example floating
Example floating
Infobis

Menteri Keuangan Baru Dapat ‘Pekerjaan Rumah’ Besar: Utang Pemerintah di Zaman Pemerintahan Sebelumnya

A. Daroini
×

Menteri Keuangan Baru Dapat ‘Pekerjaan Rumah’ Besar: Utang Pemerintah di Zaman Pemerintahan Sebelumnya

Sebarkan artikel ini
Utang Pemerintah di Zaman Pemerintahan Sebelumnya

JAKARTA – Menteri Keuangan yang baru, Purbaya Yudhi Sadewa, punya tugas berat yang menantinya. Ia harus mengelola utang pemerintah yang jumlahnya sangat besar.

Hingga 31 Agustus 2025, pemerintah sudah meminjam uang dengan menjual surat utang negara (SBN) sebesar Rp463,7 triliun. Jumlah ini sudah mencapai hampir 60% dari total target utang yang mau ditarik pemerintah tahun ini.

Baca Juga: Sangat Dinanti Perajin Genting di Lamongan Berharap Kebijakan Gentengisasi Prabowo Hidupkan Industri Lokal yang Hampir Mati Suri

Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, menjelaskan bahwa meskipun jumlahnya besar, ada kabar baiknya. Banyak orang yang percaya dan mau meminjamkan uang ke pemerintah Indonesia.

Investor Percaya, Bunga Utang Jadi Lebih Murah

Thomas menyebut, saat pemerintah menjual surat utang, banyak sekali pembeli yang tertarik. Saking banyaknya, bunga utang yang harus dibayar pemerintah pun menjadi lebih murah.

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Direktur Operasi KAI Lakukan Inspeksi Lintas di Wilayah Daop 7 Madiun

Hal ini menunjukkan investor, baik dari dalam maupun luar negeri, sangat percaya pada kondisi ekonomi Indonesia. Kepercayaan ini membuat Indonesia dianggap negara yang aman untuk berinvestasi.

Buktinya, ada sekitar Rp42 triliun uang asing yang masuk untuk membeli surat utang pemerintah. Selain itu, selisih bunga utang Indonesia dengan Amerika Serikat juga makin kecil, yang menandakan risiko investasi di Indonesia semakin rendah.

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Inspeksi Keselamatan dan Pelayanan di Wilayah Daop 7 Madiun

Menurut Thomas, kepercayaan para investor ini sangat membantu. “Ketika bunga utang turun, uang asing masuk, artinya pemerintah bisa meminjam uang dengan biaya yang lebih rendah dan efisien,” jelasnya.

Jadi, meskipun Menteri Keuangan yang baru punya ‘pekerjaan rumah’ utang yang besar, ia punya modal kuat berupa kepercayaan pasar yang tinggi.

Apa Itu Surat Utang Negara (SBN)?

SBN atau Surat Berharga Negara adalah semacam “surat tanda pinjaman” yang dikeluarkan oleh pemerintah. Saat pemerintah butuh uang untuk membiayai pengeluaran negara, seperti membangun jalan atau membayar gaji pegawai, mereka menjual surat ini kepada masyarakat, bank, atau investor.

Dengan membeli surat ini, artinya kita meminjamkan uang kepada pemerintah. Sebagai gantinya, pemerintah akan membayar bunga secara berkala dan mengembalikan uang pokoknya di masa depan.

Kenapa Pemerintah Meminjam dengan SBN?

Pemerintah meminjam dengan SBN karena ini adalah cara yang paling efisien dan resmi untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar. Dana yang terkumpul dari penjualan SBN digunakan untuk menutupi kekurangan kas di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pendeknya, SBN adalah salah satu cara utama pemerintah mengumpulkan dana agar roda pemerintahan dan pembangunan bisa terus berjalan tanpa harus menunggu uang dari pajak saja.

Dampak SBN Bagi Investor

Surat utang negara ini punya dampak positif bagi investor. Kepercayaan investor terhadap suatu negara akan terlihat dari seberapa banyak mereka mau membeli surat utang negara itu. Semakin banyak investor yang membeli, harganya akan naik dan bunganya bisa lebih rendah, yang artinya pemerintah bisa meminjam dengan lebih murah.

Seperti yang terjadi di Indonesia, kepercayaan investor global sangat kuat. Ini terlihat dari beberapa hal:

Banyak yang Minat Membeli: Permintaan investor sangat tinggi. Ini menunjukkan mereka menganggap SBN sebagai investasi yang aman.

Bunga Menjadi Murah: Karena banyak pembeli, bunga yang harus dibayar pemerintah menjadi lebih rendah. Ini menguntungkan pemerintah karena biaya utangnya jadi lebih ringan.

Uang Asing Berdatangan: Banyak uang dari luar negeri yang masuk untuk membeli SBN Indonesia. Ini adalah tanda kepercayaan global terhadap ekonomi Indonesia.

Ini, Alasan Mengapa Investor Percaya dengan Pemerinrah Indonesia

Peringkat “Layak Investasi” (Investment Grade): Lembaga pemeringkat internasional, seperti Fitch, Moody’s, dan S&P, memberikan peringkat ini kepada Indonesia.

Peringkat ini seperti “rapor bagus” yang menyatakan bahwa pemerintah Indonesia memiliki kemampuan yang baik untuk membayar kembali utangnya. Investor dari seluruh dunia mengandalkan peringkat ini untuk memutuskan ke mana mereka akan menanamkan modal.

Stabilitas Ekonomi: Investor melihat kondisi ekonomi Indonesia yang stabil, dengan pertumbuhan ekonomi yang baik dan inflasi yang terkendali. Ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia sehat dan memiliki prospek yang bagus ke depannya, sehingga risiko gagal bayar utang menjadi kecil.

Imbal Hasil (Bunga) yang Menarik: Bunga atau imbal hasil dari SBN Indonesia biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan bunga surat utang dari negara maju seperti Amerika Serikat. Selisih bunga yang menarik ini membuat SBN Indonesia sangat diminati investor yang mencari keuntungan lebih tinggi tanpa harus mengambil risiko terlalu besar.

Tingginya Kepercayaan: Seperti yang dijelaskan dalam artikel sebelumnya, tingginya permintaan investor dan aliran dana asing yang terus masuk menunjukkan adanya kepercayaan kuat terhadap fundamental ekonomi dan kebijakan pemerintah Indonesia.

Semua faktor ini saling berkaitan, membuat SBN Indonesia menjadi pilihan yang aman sekaligus menguntungkan bagi para investor.