Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Peristiwa

Meningitis Streptococcus Suis: Gejala, Penyebab, dan Perawatan di RSUD Buleleng

Avatar
×

Meningitis Streptococcus Suis: Gejala, Penyebab, dan Perawatan di RSUD Buleleng

Sebarkan artikel ini
Meningitis Streptococcus Suis Gejala, Penyebab, dan Perawatan di RSUD Buleleng

MEMO, Singaraja: RSUD Kabupaten Buleleng telah kembali menerima satu pasien dengan dugaan Meningitis Streptococcus Suis (MSS) yang berasal dari Desa Selat, Kecamatan Sukasada. Pasien tersebut mengalami gejala seperti nyeri kepala, demam, dan penurunan kesadaran setelah mengonsumsi olahan babi yang masih mentah bersama keluarganya. Dalam wawancara dengan Dokter Spesialis Neurologi RSUD Buleleng, dr. Luh Putu Lina Kamelia, diungkapkan bahwa pasien sedang menjalani perawatan dan kondisinya membaik. Sebagai langkah pencegahan, RSUD Buleleng mengimbau masyarakat untuk memilih daging babi yang matang dengan sempurna.

Gejala Meningitis Streptococcus Suis: Nyeri Kepala, Demam, dan Penurunan Kesadaran

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng kembali menerima satu pasien yang diduga mengidap Meningitis Streptococcus Suis (MSS) dari Desa Selat, Kecamatan Sukasada, pada hari Senin yang lalu.

Baca Juga: YAKUZA MANEGES Den Gus Thuba dengan Tokoh Ormas / LSM Besar di Indonesia Gelar Pertemuan Tertutup Tempati Ruang Khusus Kasatreskrim Polrestabes Surabaya

Pasien tersebut mengalami gejala yang serupa dengan pasien sebelumnya, seperti nyeri kepala, demam, dan penurunan kesadaran setelah mengonsumsi olahan babi, yaitu lawar getih (darah babi) yang masih mentah bersama keluarganya.

Hal ini diungkapkan oleh Dokter Spesialis Neurologi RSUD Buleleng, yaitu Luh Putu Lina Kamelia, saat diwawancarai oleh RRI Singaraja, pada hari Kamis (29/6/2023).

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

“Dalam kasus ini, saya menerima satu pasien dengan tanda dan gejala yang mengarah ke meningitis. Jadi, dua hari yang lalu, keluarga tersebut mengonsumsi lawar getih yang mereka buat sendiri, tetapi hanya pasien ini yang mengalami sakit,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dr. Lina menjelaskan bahwa telah dilakukan pengambilan cairan Liquor cerebrospinalis (LCS). Saat ini, kondisi vital pasien secara bertahap membaik dan pasien sedang menjalani perawatan di RSUD Buleleng.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

“Saat ini, pasien telah menjalani perawatan selama empat hari dan kondisinya sudah membaik. Tidak ada lagi demam, nyeri kepala, dan keluhan tuli,” lanjutnya.

Selain itu, disampaikan juga bahwa satu pasien yang diduga mengidap Meningitis Streptococcus Suis dari Desa Anturan, yang sebelumnya menjalani perawatan, kini sudah pulang dalam kondisi pendengaran yang membaik setelah mendapat penanganan dari ahli saraf dan spesialis THT.

“Pasien kemarin sudah pulang dalam kondisi yang cukup baik, meskipun belum pulih sepenuhnya. Masih terdapat keluhan telinga berdenging, dan kami melakukan pemeriksaan telinga bekerja sama dengan dokter THT,” tegas dr. Lina.

Untuk diketahui, hingga saat ini RSUD Buleleng telah menangani sebanyak 17 kasus meningitis, dan salah satunya masih menjalani perawatan.

Meningitis Streptococcus Suis: Faktor Pencegahan dan Peran Pengolahan Daging Babi

Dr. Lina juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih daging babi dan memperhatikan cara pengolahannya agar daging tersebut matang dengan baik, sebagai upaya untuk mencegah penularan bakteri Streptococcus Suis.

Artikel di atas menginformasikan tentang penanganan pasien Meningitis Streptococcus Suis di RSUD Buleleng.

Pasien mengalami gejala seperti nyeri kepala, demam, dan penurunan kesadaran setelah mengonsumsi olahan babi mentah.

RSUD Buleleng telah melakukan pengobatan dan perawatan yang berhasil membaikkan kondisi pasien.

Di samping itu, RSUD Buleleng juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih dan mengolah daging babi agar terhindar dari penularan bakteri Streptococcus Suis.