Selain itu, ia juga mengkritisi kurang optimalnya pemanfaatan dan pemeliharaan teknis irigasi.
“Saat ini, kondisi saluran irigasi teknis sebagai sumber pengairan pertanian sangat tidak terawat, padahal saluran irigasi tersebut sangat penting bagi petani dalam menjaga lahan mereka agar tetap terairi dan terhindar dari dampak kekeringan,” pungkasnya.
Baca Juga: Arus Balik Libur Nataru 2025/2026, Berikut Beberapa Stasiun KA Yang Jadi Favorit Penumpang
Artikel ini menyoroti pentingnya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, terutama petani dan pegiat lingkungan, dalam menghadapi masalah kekeringan.
Melalui upaya reboisasi dan pengelolaan sumber air yang berkelanjutan, diharapkan dapat menjaga ketersediaan air melalui kelestarian kawasan hutan.
Baca Juga: Rangkaian Musda VII LDII Kota Kediri tahun 2025, Upayakan Peningkatan Kapasitas Pemuda
Selain itu, perbaikan infrastruktur irigasi juga menjadi hal yang penting untuk memaksimalkan penggunaan air dalam pertanian.
Dengan kerjasama dan komitmen bersama, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang berkelanjutan dan mengurangi dampak negatif kekeringan bagi masyarakat.












