Disana digambarkan perjuangan pasukan majapahit berperang nelawan para pemberontak.
Pasukan bhayangkari yang sigab dibawah komando gajah mada berhasil menumpas pemberontakan dan menyelamatkan kerajaan.
Atas jasanya,ratu majapahit Tri Buana Tunggadewi memberi gelar Maha Patih Amangkubumi kepada gajah mada. Kemudian, gajah mada mengucap sumpah amukti palapa.
Baca Juga: Layangkan Somasi!!! Begini Pernyataan LSM GAP Terkait Proyek Pembangunan Syeh Wasil Kota Kediri
Kepada wartawan Sunaryo mengatakan sendra tari itu memberi pesan kepada masyarakat agar tidak melupakan sejarah.Terlebih, Abu raja majapahit Prabu Hayam Wuruk tersimpan dicandi Ngetos. ” Kita harus mengingat sejarah,” katanya pada acara yang digelar dilapangan Kecamatan Ngetos.
Putra gunung wilis ini juga menegaskan bagi generasi penerus saat ini wajib mengambil hikmah dari sejarah perjuangan maha patih gajahmada dalam menumpas penjajah dan mempersatukan bumi nusantara.
Pementasan sendra tari ini berjudul “Sumpah Gajah Mada Sumpah Amukti Palapa” diikuti tidak kurang dari ratusan penari berseragam ala kerajaan yang digelar di lapangan Ngetos. (adi)












