Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Society

Melawan Genjer-Genjer dengan Shalawat Badar

A. Daroini
×

Melawan Genjer-Genjer dengan Shalawat Badar

Sebarkan artikel ini
PKI dalam angka

Sebagai catatan, Genjer-Genjer merupakan lagu ciptaan senimaan asal Banyuwangi Muhammad Arief. Seniman yang juga aktif di Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) ini menggambarkan tentang penderitaan rakyat akibat penjajahan Jepang. Lagu ini kemudian dipopulerkan oleh seniman Bing Slamet dan Lilis Suryani. Kepopuleran lagu ini membuat PKI menjadikannya sebagai alat propaganda pada setiap kampanyenya.

KH Ali Manshur kemudian diundang ke Jakarta untuk membacakan Shalawat badar di hadapan  jamaah. Habib Ali segera menginstruksikan murid-muridnya mencatat Shalawat Badar, mencetak dan memperbanyak untuk disebarkan ke berbagai daerah. “Shalawat Badar diciptakan mengiringi keprihatinan kebangsaan, nasib rakyat, umat di tengah situasi tahun enam puluhan. Komunisme menggunakan kebudayaan melalui seni rakyat untuk mengusung tema komunisme yang itu bersitegang dengan kiai-kiai. Atas situasi itulah shalawat Badar tercipta,” kata Kiai Jadul Maula.

Pendaftaran siswa baru
kuota terbatas, datang ke Jl KH Wahid Hasyim Tanjung Warujayeng

Hubungan NU dan PKI begitu memanas pada era 60-an. Terlebih banyak kiai NU yang mendapatkan perlakukan kekerasan karena menentang ideologi PKI serta menolak upaya paksa perampasan tanah-tanah wakaf umat untuk pesantren dan masjid, atau lembaga pendidikan islam oleh PKI. Sejarawan Islam yang juga Rektor Institut Agama Islam al-Falah Assunniyyah Kencong Jember, Rizal Mumazziq mengatakan sebelum peristiwa Gerakan 30 September (Gestapu) bentrok antara NU dengan PKI sering terjadi di sejumlah daerah.

Misalnya saja di Surabaya, pada 1960an PKI melalui Pemuda Rakyat dan Barisan Tani Indonesia menyerobot tanah milik Muslimat NU yang bertujuan untuk wakaf Yayasan Khadijah. Menurut Gus Rijal, PKI menginginkan agar tanah-tanah wakaf yang dimiliki pesantren atau kiai itu harus dibagikan secara merata bagi para rakyat atau Barisan Tani Indonesia. Patok-patok yang dipasang pemuda rakyat dan BTI itu pun menyulut kemarahan para santri terutama Banser hingga berujung bentrok.

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini