Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Kediri

Mbak Wali Buka Seminar Internasional Pemuda Kota Kediri Minta Generasi Muda Berani Inovasi

A. Daroini
×

Mbak Wali Buka Seminar Internasional Pemuda Kota Kediri Minta Generasi Muda Berani Inovasi

Sebarkan artikel ini
Mbak Wali Buka Seminar Internasional Pemuda Kota Kediri Minta Generasi Muda Berani Inovasi

Kediri, Memo

Anak muda zaman sekarang dituntut tidak hanya menjadi penonton dalam panggung perubahan global. Mereka harus mengambil peran penting sebagai sutradara sekaligus aktor utama yang melahirkan terobosan-terobosan baru demi kemaslahatan masyarakat luas.
Semangat membara inilah yang terpancar dalam perhelatan akbar bertajuk ASEAN Youth Future Summit yang berlangsung di Gedung PKP RI.

Mengusung tema besar “Pemuda Hebat, Indonesia Mendunia”, forum bergengsi skala internasional tersebut menjadi magnet bagi ratusan aktivis muda dan delegasi dari berbagai penjuru daerah.
Membuka agenda internasional tersebut, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memberikan suntikan motivasi yang membakar semangat para peserta. Pemimpin muda yang akrab disapa Mbak Wali ini menegaskan bahwa forum internasional ini merupakan wadah krusial yang sangat strategis.
Bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan ruang inkubasi untuk menggodok gagasan segar, bertukar ide, serta merumuskan solusi konkret atas kompleksitas tantangan global di masa depan. Mbak Wali meyakini, dari pemikiran-pemikiran visioner yang lahir dalam forum ini, akan tercipta fondasi dan modal kuat bagi generasi muda dalam menjawab dinamika zaman.
Menurutnya, sejarah mencatat bahwa perubahan-perubahan besar di dunia hampir selalu diinisiasi oleh tangan dingin anak muda yang berani berpikir out of the box. Guna memantik mentalitas juara para peserta, wali kota perempuan pertama di Kediri ini mengulas kembali lembaran sejarah dunia yang fenomenal.

Ia menceritakan kisah legendaris Sultan Muhammad Al-Fatih saat menaklukkan benteng Konstantinopel yang terkenal mustahil ditembus.
Menariknya, pencapaian luar biasa yang mengubah peta peradaban dunia itu diraih Al-Fatih pada usia yang tergolong sangat muda. Pelajaran penting dari kisah masa lalu tersebut adalah menegaskan bahwa batasan usia sama sekali bukan tembok penghalang untuk menciptakan mahakarya atau perubahan masif.
Kunci utamanya terletak pada keberanian, nyali untuk berinovasi, serta keteguhan sikap dari para pemuda itu sendiri. Lebih jauh, alumni magister kenotariatan Unair ini berharap ASEAN Youth Future Summit tidak berakhir sebagai ajang diskusi seremonial belaka.

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini