Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Kediri

Mbak Wali Buka Festival Musik Patrol Kota Kediri Dorong Anak Muda Jaga Seni Tradisional

A. Daroini
×

Mbak Wali Buka Festival Musik Patrol Kota Kediri Dorong Anak Muda Jaga Seni Tradisional

Sebarkan artikel ini
Mbak Wali Buka Festival Musik Patrol Kota Kediri Dorong Anak Muda Jaga Seni Tradisional

Kediri, Memo

Malam kemenangan menyambut Idulfitri di Kota Tahu berlangsung dengan sangat meriah dan sarat akan nilai budaya. Jalanan protokol kota mendadak berubah menjadi panggung seni raksasa berkat kreativitas ratusan pemuda yang unjuk gigi dalam merawat tradisi luhur pengingat waktu sahur dan penyambut hari raya.

Kemeriahan tersebut tersaji dalam ajang kompetisi seni bertajuk festival musik patrol Kota Kediri yang digelar bertepatan dengan momen malam takbiran. Mengambil titik start di depan area pusat belanja lokal dan finis di kawasan ikonik kota, puluhan kelompok seniman muda sukses menyedot perhatian ribuan pasang mata warga yang memadati sepanjang rute jalan.

Hadir langsung untuk memberangkatkan para peserta, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya. Pemimpin muda yang akrab disapa Mbak Wali ini menilai, kegiatan ini bukan sekadar hiburan rakyat musiman, melainkan sebuah gerakan konkret dalam membentengi budaya asli daerah dari gempuran modernisasi.

Menurut Mbak Wali, musik patrol memiliki nilai historis yang kuat dalam kehidupan sosial masyarakat. Dahulu, tabuhan bambu tradisional ini digunakan sebagai alat komunikasi komunal penanda waktu. Kini, lewat sentuhan tangan kreatif generasi muda, seni ketuk tersebut bermutasi menjadi pertunjukan ritmis yang megah tanpa kehilangan ruh tradisionalnya.

Wali kota perempuan pertama di Kediri ini menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk terus menyediakan ruang bagi anak muda dalam berekspresi. Ia berharap agenda sekreatif ini bisa menjadi wadah positif untuk menyalurkan energi pemuda ke arah yang produktif, sekaligus meminimalisasi potensi kegiatan negatif di jalanan saat malam takbiran.

Dalam festival kali ini, para peserta ditantang untuk mengombinasikan ketukan alat musik bambu dengan koreografi, pakaian adat, serta keselarasan lantunan takbir. Hasilnya, aransemen musik yang dihasilkan terdengar begitu harmonis dan berhasil memukau dewan juri serta penonton yang hadir.

Bukan hanya soal piala dan gengsi, pergelaran ini juga terbukti membawa berkah ekonomi bagi para pelaku usaha mikro di sekitar lokasi acara. Lapak-lapak pedagang kaki lima dan asongan laris manis diserbu warga yang datang menonton sejak selepas waktu isya.

Melalui momentum festival ini, Pemkot Kediri berharap pesan perdamaian, kebersamaan, dan kelestarian budaya bisa tersampaikan dengan kuat ke seluruh lapisan masyarakat, sekaligus menjadi magnet wisata religi baru yang ikonik bagi kota di masa depan.

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini