Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Kediri

Mbak Wali Ajak Warga Rawat Tradisi Lewat Pergelaran Festival Kuliner Budaya Kediri yang Meriah

A. Daroini
×

Mbak Wali Ajak Warga Rawat Tradisi Lewat Pergelaran Festival Kuliner Budaya Kediri yang Meriah

Sebarkan artikel ini
Mbak Wali Ajak Warga Rawat Tradisi Lewat Pergelaran Festival Kuliner Budaya Kediri yang Meriah

Kediri, Memo

Upaya menghidupkan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal terus digelorakan lewat berbagai inovasi segar yang menarik minat pelancong. Menyatukan keindahan seni kain tradisional dengan kekayaan cita rasa masakan tempo dulu terbukti menjadi formula ampuh untuk mendongkrak popularitas suatu kawasan destinasi wisata.

Strategi kreatif ini tersaji apik dalam sebuah pergelaran pesta rakyat yang berpusat di kawasan sentra perajin kain khas kota. Agenda yang memadukan pameran karya seni, pertunjukan musik tradisional, dan deretan stan makanan khas tersebut sukses menyulap suasana kampung digital menjadi pasar seni yang padat pengunjung.

Hadir langsung untuk membuka acara, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melupakan akar budaya leluhur. Pemimpin muda yang akrab disapa Mbak Wali ini menilai, perhelatan festival kuliner budaya Kediri ini merupakan momentum penting untuk meneguhkan kembali identitas kota sebagai pusat industri kreatif yang berkarakter.

Menurut Mbak Wali, kawasan cagar budaya ini tidak boleh hanya dikenal dari produk kain penenunnya saja. Potensi sosiologis masyarakat sekitar yang pandai mengolah resep jajanan pasar tradisional dan kuliner legendaris juga harus diangkat ke permukaan sebagai satu kesatuan paket wisata edukasi yang utuh.

Wali kota perempuan pertama di Kota Tahu ini menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk terus memoles infrastruktur dan promosi digital kawasan sentra ini. Tujuannya agar para wisatawan yang datang tidak sekadar berbelanja kain, melainkan juga bisa betah berlama-lama menikmati atmosfer ramah khas perkampungan sembari berburu takjil atau kudapan lokal.

Dalam festival ini, puluhan stan milik warga setempat berjejer rapi menjajakan aneka menu otentik mulai dari nasi pecel, soto, hingga jajanan pasar yang mulai langka. Di sudut lain, para pengunjung juga disuguhi demonstrasi langsung pembuatan motif kain menggunakan alat tenun manual oleh para perajin senior.