Sertifikat ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk melamar kerja di berbagai wilayah di Indonesia atau menjadi bekal untuk membuka usaha sendiri.
“Berdasarkan evaluasi kegiatan serupa tahun lalu, sekitar 80 hingga 90 persen peserta telah terserap di dunia kerja,” tambah Nanang.
Baca Juga: PSHT Blitar Imbau Aksi Damai 7 Mei Berjalan Aman dan Tertib
Program ini sendiri merupakan bagian dari inisiatif pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka pengangguran. Pendanaan kegiatan pelatihan bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025 yang mencapai Rp1,5 miliar.
Untuk tahun ini, ada delapan jenis pelatihan kerja yang akan diselenggarakan. Pada tahap pertama, empat pelatihan telah dimulai, yakni barista, make up artist (MUA), digital marketing, serta teknisi mesin cuci dan peralatan listrik rumah tangga (refrigerasi domestik).
Baca Juga: Dorong Kepatuhan Halal, Disperindag Blitar Fasilitasi 7 IKM di 2026
Sementara itu, empat jenis pelatihan lainnya masih dalam proses pembahasan untuk pelaksanaan batch kedua. (*)












