Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi keluarga, salah satunya melalui konsumsi telur yang menjadi produk unggulan Kota Blitar.
Tidak hanya mengikuti kegiatan memancing, warga juga tampak antusias mendatangi bazar pangan murah yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Baca Juga: Kurban Bersama Kader Banteng, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Sembelih 3 Ekor Sapi
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Dewi Masitoh, mengatakan gerakan pangan murah dilaksanakan untuk membantu menjaga kestabilan harga bahan pokok sekaligus mengurangi kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikan harga.
“Kami melaksanakan gerakan pangan murah agar masyarakat tidak panic buying. Sekaligus juga mengampanyekan konsumsi dua butir telur sehari,” kata Dewi.
Baca Juga: 14 Perguruan Silat Blitar Desak PAW Ketua IPSI, Katiman Dituding Tak Netral
Ia menuturkan, minat masyarakat terhadap kegiatan Mancing Bareng Mas Wali terus mengalami peningkatan sejak pertama kali dilaksanakan. Pemerintah Kota Blitar pun berencana mengadakan kegiatan serupa di wilayah lainnya.
Dalam bazar pangan murah tersebut, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau. Di antaranya gula pasir PSM Rp18.500 per kilogram, Minyak Kita Rp15.500 per liter, minyak goreng Sovia Rp20 ribu per liter, beras SPHP lima kilogram Rp58 ribu, beras premium lima kilogram Rp73.500, serta minyak goreng Fortune Rp22 ribu per liter.**











