Example floating
Example floating
Hukum

Mahasiswa Kesurupan di Kamar Kos, Hingga Tewas

A. Daroini
×

Mahasiswa Kesurupan di Kamar Kos, Hingga Tewas

Sebarkan artikel ini
mahasiswa kesurupan

mahasiswa kesurupan

KUpang, Memo.co.id

Baca Juga: Uang Perangkat Desa Rp 613 Juta Mengalir ke Pemkab, Kabag Umum Mustika Terseret dalam Lingkaran Aliran Uang

Mahasiswa kesurupan hingga mati di kamar kos kosan. Ironisnya, penyebab kematiannya adalah kesurupan. Selama menghuni kamar kos di dekat kampusnya, Fabianus Hale Bere (22), mahasiswa semester VI Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Jurusan FKIP Bahasa Inggris,sering kesurupan. Terakhir, kemarin dia kesurupan hingga tewas.

“Sebelumnya meninggal dia sering kesurupan. Tiap kesurupan pasti ngamuk ngamuk. Terakhir , kemarin jam 19.00 WITA dia kesurupan lagi sambil ngamuk-ngamuk dan bilang akan mati. Sambil membanting-bantingkan diri, kemudian lemas” ujar Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, AKP Lalu Musti Ali saat dihubungi detikcom, Kamis (6/4/2017) malam.

Baca Juga: Skandal Seleksi Perangkat Desa Kediri Terbongkar, Unisma Akui Proses Ujian Tidak Benar Harus Dicabut

Kasat Reskrim tersebut menjelaskan, sebelum meninggal ia dijaga kakak dan 3 orang teman kampusnya. Mereka menjaga dan menenangkan Fabianus yang terus memberotak tanpa henti. “Dia dijaga kakak dan 3 orang temannya karena terus berontak. Setelah mulai tenang, mereka yang sudah letih tertidur dan ketika sadar Fabianus sudah meninggal,” jelas Lalu Musti Ali.

Dari pengamatan fisik, tidak adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Namun, kata Lalu, pihaknya tidak bisa menjelaskan secara detail karena keluarga tidak mau jenazah korban divisum maupun diautopsi.

Baca Juga: Sidang Tipikor Ungkap Perusahaan Anggota DPRD dari PDIP Kediri, Borong Proyek Konsumsi hingga Laptop

Hal itu pun dibenarkan oleh kakak kandung korban, Gaudensiana Abuk Bere, menuturkan korban meninggal pada Rabu, 5 April 2017, sekitar pukul 19.00 Wita, mengalami kesurupan dan sempat mengamuk dan membantingkan diri ke lantai kamar kos.

“Sepanjang malam korban terus berontak dan terus melawan. Saat kesurupan, saya bersama teman menjaga dia,” ujar Gaudensiana saat dikonfirmasi wartawan.

Keluarga menyatakan ikhlas menerima kematian Fabianus. Maka itu, setelah dibawa ke rumah sakit, jenazah dibawa ke kampung halaman, Dusun Webora, Desa Alas, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka. ( ed )