Arsitek yang juga pengurus Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) itu menyatakan bahwa setiap daerah di Indonesia kenal melumbung.
Tradisi yang juga menjadi cara untuk mempertahankan ketersediaan pangan itu bisa dilakukan secara pribadi atau kelompok.
Sebagai arsitek, Priyo memperhatikan pengaruh tradisi melumbung tersebut pada arsitektur rumah. Suku Minang, misalnya. Sejak zaman nenek moyang, mereka membangun lumbung di halaman depan rumah gadang.
’’Lumbung-lumbung tersebut dibuat sebagus mungkin. Itu salah satu lambang status sosial,’’ ujarnya. Selain untuk menunjukkan prestise, alasan menempatkan lumbung di depan rumah adalah keamanan.
Baca Juga: Viral Pemudik Nyasar ke Sawah Sleman Akibat Navigasi Digital Jalur Alternatif Dihapus












