Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Humaniora

Lumbung Pangan, Saatnya Sekarang Nguri nGuri Lagi, Tradisi Melumbung

A. Daroini
×

Lumbung Pangan, Saatnya Sekarang Nguri nGuri Lagi, Tradisi Melumbung

Sebarkan artikel ini
Tradisi Melumbung

Memo.co.idLumbung Pangan, Saatnya Sekarang Nguri nGuri Lagi, Tradisi Melumbung . Virus SARS-CoV-2 membatasi mobilitas manusia.

Karena tidak bisa seenaknya berbelanja untuk mencukupi kebutuhan harian, terutama pangan, strategi untuk menyimpan makanan kembali menjadi bahasan yang menarik.

Baca Juga: Kritik Tajam Hasan Nasbi Soal Plesetan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Program MBG Prabowo

Padahal, sebenarnya Indonesia punya tradisi melumbung. Yakni, menyimpan bahan pangan di lumbung.

’’Pandemi ini jadi terasa sekali bagaimana kita harus seperti semut yang menimbun makanan di rumah. Bagaimana bisa memenuhi kebutuhan pangan tanpa harus banyak keluar rumah,” ujar Priyo Pratikno

Baca Juga: Sinergi LDII dan Ponpes Wali Barokah Kediri Wujudkan Kesalehan Sosial Melalui Santunan Anak Yatim dan Dhuafa

 

alexametrics

Baca Juga: Viral Pemudik Nyasar ke Sawah Sleman Akibat Navigasi Digital Jalur Alternatif Dihapus

Arsitek yang juga pengurus Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) itu menyatakan bahwa setiap daerah di Indonesia kenal melumbung.

Tradisi yang juga menjadi cara untuk mempertahankan ketersediaan pangan itu bisa dilakukan secara pribadi atau kelompok.

Sebagai arsitek, Priyo memperhatikan pengaruh tradisi melumbung tersebut pada arsitektur rumah. Suku Minang, misalnya. Sejak zaman nenek moyang, mereka membangun lumbung di halaman depan rumah gadang.

’’Lumbung-lumbung tersebut dibuat sebagus mungkin. Itu salah satu lambang status sosial,’’ ujarnya. Selain untuk menunjukkan prestise, alasan menempatkan lumbung di depan rumah adalah keamanan.