Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Home

Latihan Militer Tiongkok Ganggu Penerbangan, 49 Pesawat Alami Pembatalan Rute

Avatar
×

Latihan Militer Tiongkok Ganggu Penerbangan, 49 Pesawat Alami Pembatalan Rute

Sebarkan artikel ini

MEMO – Latihan militer yang dilakukan oleh kapal angkatan laut Tiongkok di Laut Tasman baru-baru ini mengakibatkan gangguan signifikan terhadap 49 penerbangan. Sejumlah pesawat dari maskapai besar seperti Qantas, Emirates, Air New Zealand, dan Virgin Australia terpaksa mengubah rute mereka.

Peristiwa ini pertama kali dilaporkan oleh seorang pilot Virgin Australia, yang segera memberitahukan pihak berwenang Australia. Berdasarkan laporan dari CNA (Selasa, 25/2/2025), Tiongkok mengeluarkan peringatan terkait latihan tembak di perairan internasional antara Australia dan Selandia Baru.

Baca Juga: Beky Herdihansah Janji Perjuangkan Harga Telur Peternak Rakyat Blitar, Siap Surati Pemerintah Pusat

Namun, Australia dan Selandia Baru menyatakan tidak menerima pemberitahuan yang memadai dari Tiongkok terkait latihan tersebut. Biasanya, latihan militer di kawasan udara internasional diinformasikan melalui Notices to Airmen (NOTAM) minimal 24 jam sebelumnya.

Rob Sharp, CEO Airservices Australia, menyebutkan bahwa mereka pertama kali menerima informasi tentang latihan ini dari pilot Virgin Australia, yang melaporkan adanya latihan tembak dari kapal angkatan laut Tiongkok sekitar 483 km dari pantai timur Australia.

Baca Juga: Hari Raya Idul Adha, Ketua DPRD Kota Blitar Serukan Semangat Berbagi

Pesan dari Tiongkok disiarkan melalui saluran radio darurat yang biasanya dipantau oleh pilot dan diteruskan kepada pengendali lalu lintas udara. Setelah itu, pihak berwenang mengeluarkan peringatan kepada maskapai dan menetapkan zona larangan terbang di sekitar area latihan tersebut.

Latihan militer ini diperkirakan telah dimulai sekitar 30 menit sebelum pesan pertama diterima. Komando Operasi Pertahanan Australia melaporkan bahwa mereka baru diberi tahu 10 menit setelah laporan masuk.

Baca Juga: Bukan Cuma Ngaji Kitab Kuning MUI Tekankan Urgensi Digitalisasi Pesantren Dan Teknologi Santri Era Kecerdasan Buatan