
Kediri Memo.co.id
Aksi guntung diri kembali terjadi di wilayah hukum Polres Kediri, kali ini dilakukan oleh Mukholim (55) warga Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Pria paruh baya itu nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Kamis (22/9).
Kejadian nekat ini diduga dilakukan karena korban tidak bisa menahan sakit sesak nafas yang dideritanya.
Kasubbag Humas Polres Kediri AKP Bowo Wicaksono ketika dikonfirmasi mengungkapkan peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Roatul Khasanah (29) putri korban. Dini hari kemarin sekitar pukul 02.30 WIB dia bangun dan ingin pergi ke kamar mandi untuk buang air.
Usai dari kamar mandi Roatul ingin melihat kondisi ayahnya di dalam kamarnya yang ketika itu sang ayah sedang mengalami sakit dan Roatul ingin melihat bagaimana kondisi ayahnya.
“Korban mengalami sakit sesak nafas dan rencananya Kamis pagi kemarin akan berobat di RS HVA,” jelas AKP Bowo.
Alangkah terkejutnya dia saat membuka kerenda pintu kamar ayahnya. Roatul melihat sang ayah tercinta dalam keadaan tergelantung di dalam kamarnya dan sudah tidak bernyawa.
Roatul kemudian membangunkan ibunya yang sedang tidur dan memberitahu kondisi ayahnya.
Melihat suaminya gantung diri Maesaroh. Langsung panik dan teriak meminta tolong tetangganya.
Melihat suaminya tergantung, Maesaroh berinisiatif menurunkan tubuh suaminya yang dibantu oleh anak dan tetangganya, lantas Korban kemudian ditidurkan di tempat tidur. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Puncu.
Mendapat laporan tersebut petugas mendatangi tempat kejadian perkara dan melakukan olah TKP.
Petugas menidentifikasi dan melakukan visum untuk mengetahui penyebab kematian korban. Hasilnya pihak kepolisian tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan.
Lagi, Karena Penyakitnya Nekat Gantungdiri












