Sementara itu, untuk Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) atau Solar subsidi, yang memiliki kuota 17 juta KL untuk tahun 2023, telah tersalurkan sekitar 30,92%. Dengan demikian, total penyaluran Solar subsidi hingga tanggal 23 April 2023 mencapai sekitar 5,2 juta KL.
Meskipun demikian, Isa tetap optimistis bahwa peningkatan kuota subsidi BBM, listrik, dan LPG 3 Kg tidak akan mempengaruhi kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) seperti yang terjadi pada tahun 2022, di mana pemerintah harus menaikkan harga BBM bersubsidi. Ini disebabkan oleh harga bahan baku komoditas yang saat ini relatif rendah.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
“Sejauh ini, kami memperkirakan bahwa situasinya masih netral karena harga-harga BBM dan bahan baku untuk produksi listrik tahun ini lebih rendah daripada yang telah diproyeksikan pada saat penyusunan APBN. Namun, kami akan tetap memantau perkembangannya,” tegas Isa.
Yang pasti, ia berharap semua pihak akan menjaga konsumsi BBM, listrik, dan LPG sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan ekonomi mereka. Dengan langkah pengendalian konsumsi yang lebih baik, diharapkan kuota subsidi tidak akan terlampaui pada tahun ini.
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb
Potensi Kehabisan Kuota Subsidi: Tantangan Konsumsi BBM, Listrik, dan LPG di Tahun 2023
Pentingnya menjaga konsumsi BBM, listrik, dan LPG sesuai dengan kebutuhan dan daya beli menjadi pesan penting dari Isa. Diharapkan, langkah pengendalian konsumsi yang lebih baik akan mencegah terulangnya krisis kuota seperti sebelumnya, dan berpotensi menjaga stabilitas ekonomi serta anggaran negara pada tahun 2023.












