KPK Jerat Taufiqurrahman Bupati Nganjuk Dengan Pasal TPPU

oleh
Jakarta, memo.co.id
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan adanya dugaan tindak pidana pencucian uang yaitu menempatkan, mentransfer, menghibahkan, menitipkan, mengubah bentuk atau menukarkan dengan mata uang atas harta kekayaan yang patut hasil pidana korupsi, hal ini disampaikan Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di KPK Jakarta Selatan, Senin (8/1/2018).
Komisi Pemberantasan Korupsi  menjerat Bupati Nganjuk nonaktif Taufiqurrahman dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU), dijerat dengan Pasal 3 Undang-Undang nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU.
Taufqurrahman, mulai dari 2013 sampai 2017, Febri menyebut ada Pembelian mobil menggunakan nama orang lain.
“Tersangka melakukan pembelanjaan mobil atas nama orang, aset yang disita 2 unit mobil Jeep Wrangler dan Fortwo, “ucap Febri.
Taufiqurrahman sebelumnya dijerat KPK dengan sangkaan gratiflkasi. Selain itu, dia juga dijerat melalui operas] tangkap tangan (OTT) terkait dengan dugaan penerimaan suap terkait juaI-beli jabatan di Nganjuk.
Dua mobil itu sebelumnya telah disita penyidik KPK. Selain mobil, penyidik KPK juga menyita tanah seluas 12,6 hektar di Nganjuk.