Example floating
Example floating
BLITAR

Komitmen SPPG Dadaplangu Sukseskan MBG dengan Fasilitas Dapur dan Menu Berkualitas

Prawoto Sadewo
×

Komitmen SPPG Dadaplangu Sukseskan MBG dengan Fasilitas Dapur dan Menu Berkualitas

Sebarkan artikel ini
KPK Usut Kasus Aliran Dana Pemerasan Calon Perangkat Desa di Pati, 7 Kades Diperiksa

Blitar, Memo.co.id
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dadaplangu, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar terus menunjukkan komitmennya dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Berbagai langkah perbaikan dan peningkatan dilakukan secara berkelanjutan, baik dari sisi fasilitas, tata kelola dapur, hingga kualitas menu makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat.

Peningkatan kualitas ini menjadi bagian penting dari upaya SPPG Dadaplangu dalam memastikan bahwa setiap paket makanan yang didistribusikan benar-benar memenuhi standar gizi, keamanan pangan, dan kelayakan konsumsi. Fokus utama diarahkan pada pemilihan bahan baku yang berkualitas, salah satunya telur sebagai sumber protein hewani yang memiliki peran penting dalam menunjang tumbuh kembang anak.

Baca Juga: Era Digital dan Tantangan Akurasi, Jairi Irawan Gelar Diskusi Bersama Jurnalis Blitar

Pengelola SPPG Dadaplangu menjelaskan bahwa telur yang digunakan dalam menu MBG diperoleh dari pemasok terpercaya dan melalui proses seleksi yang ketat. Telur-telur tersebut dipastikan dalam kondisi segar, bersih, dan layak konsumsi sebelum diolah di dapur SPPG. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kandungan nutrisi agar tetap optimal saat makanan sampai ke tangan penerima manfaat.

“Telur merupakan salah satu sumber protein yang sangat dibutuhkan, khususnya bagi anak-anak usia sekolah. Oleh karena itu, kami tidak ingin mengambil risiko dengan bahan baku yang kualitasnya tidak terjamin,” ujar Sukarman, pengelola SPPG Dadaplangu.

Baca Juga: Retribusi atau Pungli? Jalur Perbatasan Blitar–Malang Disorot

Selain peningkatan kualitas bahan pangan, SPPG Dadaplangu juga terus membenahi dan meningkatkan fasilitas penunjang operasional. Mulai dari peralatan dapur, sistem penyimpanan bahan makanan, hingga kebersihan ruang produksi dan area pengemasan, semuanya disesuaikan dengan standar keamanan dan higienitas pangan. Proses pengolahan makanan dilakukan dengan pengawasan ketat untuk memastikan tidak terjadi kontaminasi dan seluruh menu disajikan dalam kondisi aman serta layak konsumsi.