Example floating
Example floating
Hukum

Kisah Tragis Influencer Korea Yoon Ji-ah Berakhir Tewas dalam Koper

A. Daroini
×

Kisah Tragis Influencer Korea Yoon Ji-ah Berakhir Tewas dalam Koper

Sebarkan artikel ini
Kisah Tragis Influencer Korea Yoon Ji-ah Berakhir Tewas dalam Koper

Senyap malam di pegunungan Muju, Provinsi Jeolla Utara, Korea Selatan, menjadi saksi bisu berakhirnya kisah tragis seorang calon bintang.

Yoon Ji-ah, influencer dan calon aktris berusia 20-an tahun dengan 300 ribu lebih pengikut, ditemukan tewas mengenaskan di dalam koper yang dibuang, hanya berselang beberapa jam setelah ia menuntaskan sesi livestream terakhirnya.

Baca Juga: Dua Kades di Kediri Nyaris Bentrok, Dituding Bawa Uang Suap Perangkat Desa, Kades Jabon Febriyanto Emosi

Tragedi ini menyingkap sisi gelap interaksi daring dan obsesi yang fatal, ketika polisi menangkap pelaku utama: Choi, pria berusia 50-an tahun yang dikenal sebagai “Black Cat”—seorang donatur papan atas yang memegang status “VIP fan” di platform siaran Ji-ah.

Donasi Mewah di Balik Identitas Palsu

Baca Juga: Misteri Sosok Guru Dalam Skandal Manipulasi Naskah Ujian Dan Sistem CAT

Di dunia maya, Choi tampak memukau dengan status level 56, yang mensyaratkan sumbangan mencapai sekitar Rp1,1 miliar ($53.000) kepada Ji-ah.

Ia dikenal sebagai CEO perusahaan IT. Namun, penyelidikan polisi membongkar ilusi ini: Choi sebenarnya terlilit utang besar dan memalsukan identitasnya sebagai orang kaya raya. Status VIP fan yang diperolehnya justru menjadi kamuflase obsesi yang mematikan.

Baca Juga: Jejak Kasus Korupsi Kuota Haji Berujung Penahanan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas

Nahasnya, Ji-ah dikabarkan ingin memutus hubungan dengan Choi. Detik-detik tragis itu terekam kamera CCTV, memperlihatkan Choi sempat berlutut di kaki korban, memohon agar hubungan mereka tetap berlanjut.

Ibu korban menceritakan detail yang didapat dari detektif, “Detektif menunjukkan rekaman CCTV pukul 3.27 sore, ketika Ji-ah hendak keluar dari mobil, namun seseorang menariknya kembali ke dalam. Tak lama setelah itu, pintu mobil menutup.”

Dugaan kuat, Ji-ah dibunuh sekitar 30 menit setelah sesi livestream selesai, dicekik hingga tewas akibat asfiksia atau tekanan pada leher, seperti yang dikonfirmasi polisi.

Setelah pembunuhan, saksi mata melihat Choi menarik koper besar dari rumahnya dan membawanya berpindah-pindah tempat. Puncak drama terjadi ketika koper berisi jenazah Ji-ah ditemukan di kawasan pegunungan Muju. Choi sempat melarikan diri, namun berhasil ditangkap 12 jam kemudian.

Setelah sempat menyangkal, Choi akhirnya mengakui perbuatannya. Kasus ini menjadi pengingat mengerikan tentang risiko yang dihadapi para influencer, di mana batas antara penggemar virtual dan bahaya nyata menjadi sangat tipis dan tak terduga.