Mas Dhito kemudian menjelaskan bahwa ia yang lebih dulu mengirim pesan kepada Nadhim pada bulan Juli lalu, sebagai ucapan terima kasih atas lukisannya. Setelah itu, Nadhim membalas dengan keinginan untuk bisa bertemu langsung.
Mendengar pengakuan Nadhim yang bercita-cita melanjutkan pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI), Mas Dhito menyatakan kesiapannya untuk mendukung pendidikan sang pelajar hingga jenjang yang lebih tinggi. Sebagai bentuk apresiasi, Mas Dhito juga memberikan bantuan berupa peralatan sekolah dan melukis.
Baca Juga: Kades Semen Pagu Akui Setor 168 Juta Seleksi Perangkat, Demi Jabatan Sang Anak
Sebelum berpamitan, Nadhim dan ayahnya berfoto bersama Mas Dhito. Bupati pun berpesan kepada Nadhim dengan nada akrab, “Kamu bilang teman-temanmu, aku saiki koncone Mas Bupati,” sebuah isyarat kedekatan yang membuat cerita ini semakin istimewa. (Adv/Kominfo)












