Desa Nglanggeran, Yogyakarta, dipilih sebagai Desa Keuangan oleh Kementerian Keuangan di bawah Menteri Sri Mulyani Indrawati berkat kemampuannya mengelola dana desa secara efektif untuk meningkatkan pendapatan asli desa. Keputusan ini diharapkan akan memberikan dorongan bagi desa-desa lain untuk mengikuti jejaknya dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Desa Nglanggeran: Dana Desa Bawa Rekornya!
Kementerian Keuangan di bawah pimpinan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah secara spesifik menetapkan Desa Nglanggeran, Yogyakarta, sebagai Desa Keuangan atau Desa-Keu. Keputusan ini diambil karena kinerja luar biasa desa tersebut dalam mengelola dana desa untuk meningkatkan pendapatan asli desa.
“Disebut sebagai Desa Keuangan, kami ingin menjadikannya sebagai contoh bagi desa-desa lain, menjadi standar untuk desa-desa lainnya,” kata Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Luky Alfirman, saat berkunjung ke Desa Nglanggeran, Jakarta, pada Kamis (2/5/2024).
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb
“Hal ini dapat memotivasi desa-desa lain untuk meningkatkan kinerja mereka, dengan imbalan yang pantas,” tegas Luky.
Luky menjelaskan bahwa desa-desa yang mampu mengelola keuangan mereka dengan baik akan mendapatkan insentif istimewa dari pemerintah pusat, dengan nilai berkisar antara Rp 100 juta hingga Rp 150 juta. Ia menyatakan bahwa setidaknya ada 15 desa yang telah menerima insentif tersebut dengan total nilai mencapai Rp 2 triliun.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional
Desa Nglanggeran Sebagai Model Keberhasilan
Desa Nglanggeran, menurut Luky, dipilih sebagai Desa-Keu karena berhasil menciptakan pendapatan asli daerah melalui pengembangan agrowisata, termasuk produksi kakao yang kemudian diolah menjadi berbagai produk, seperti coklat yang diekspor ke Swiss.
“Desa ini memiliki kombinasi unik antara pertanian, terutama kakao yang telah terkenal di kancah internasional, di mana kami telah mengembangkan industri kakao dari hulu hingga hilir, dan juga mengembangkan potensi desa sebagai tempat wisata yang menarik,” ungkapnya.












