Example floating
Example floating
Abata

Kiai Hasan Genggong, Ulama Besar Indonesia, Doakan Penjajah Dapat Hidayah

A. Daroini
×

Kiai Hasan Genggong, Ulama Besar Indonesia, Doakan Penjajah Dapat Hidayah

Sebarkan artikel ini
Kiai Hasan Genggong, Ulama Besar Indonesia, Doakan Penjajah Dapat Hidayah

Kiai Hasan Genggong adalah seorang guru sufi yang terkenal sebagai salah satu mursyid alias pembimbing spiritual Thoriqoh Naqsyabandiyah. Ulama yang juga dikenal sebagai Syekh Hasan Genggong lahir di Probolinggo pada 1259 Hijriyah dan meninggal pada 1373 Hijriyah. Dia merupakan ulama dari para wali dan seorang wali dari para ulama.

Semasa hidupnya, ulama ini sosok panutan bagi banyak orang pada zamannya. Kiai Hasan mengabdikan hidupnya untuk mengasuh Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong pada periode 1865 hingga 1952, seperti dilansir pzhgenggong.or.id.

Baca Juga: Indonesia Darurat Buta Huruf Al-Quran: DALA Hadir Sebagai Penyelamat

Kini, yayasan pendidikan yang diteruskan oleh para keturunannya semakin dikenal luas di kalangan masyarakat, khususnya di Probolinggo dan Jawa Timur. Ulama ini pernah memberikan doa pada penjajah Belanda dulu.

Keistimewaan Kiai Hasan Genggong sudah tampak sejak ia masih di dalam kandungan sang ibu. Konon, ketika hamil sang ibu bermimpi menelan bulan, mimpi itu diartikan jika kelak anak dalam kandungannya akan menjadi orang yang mulia.

Baca Juga: Peluang Lebaran Bersama, NU Prediksi Idul Fitri Jatuh Serentak dengan Muhammadiyah

Sementara itu, Kiai Syamsuddin ayahnya juga mengalami hal unik serupa sang istri. Suatu ketika, Kiai Syamsuddin mengisi ceramah di desa lain dan pulang larut malam.

Di jalan mendaki, Kiai Syamsuddin melihat cahaya dari kejauhan memancar dari arah timur. Rupanya, sinar itu berasal dari rumahnya. Saat sang ayah sampai rumah, Kiai Hasan Genggong rupanya sudah lahir.

Baca Juga: Panduan Ibadah Malam Nisfu Syaban 2026 Lengkap Jadwal Doa dan Amalan Sunnah

Ia adalah Kholifah kedua Pesantren Zainul Hasan Genggong dan intelektual yang produktif menulis kitab, yang meliputi bidang-bidang fiqih, tauhid, tasawuf, tafsir, dan hadis. Salah satu karyanya adalah kitab Nadham Safinatun Najah.

Dia berasal dari keluarga Alawiyyin dari marga Al Qodiri Al Hasani yang merupakan keturunan dari Sultanul Awliya al-Quthub al-Kabir Syekh Abi Muhammad Muhyidin Abdul Qadir al-Jailani, seperti dikutip NU Online.