Kerusuhan Supporter Arema, Amnesty International Indonesia Desak Pemerintah Bentuk Tim Pencari Fakta

kerusuhan suporter arema di staion kanjuruan malang

Buntut dari aksi kerusuhan supporter Arema di Stadion Kanjuruan Malang, Amnesty International Indonesia,mendesak kepada Pemertintah Indonesia untuk segara membentuk tim pencari fakta, atas kasus yang menalan korban 180 orang lebih tersebut.

Amnesty International Indonesia menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban tragedi di stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menyesalkan adanya tindakan represif dalam peristiwa tersebut.

Read More
Post ADS 1

“Kami sampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban, pun kepada korban luka yang saat ini sedang dirawat, kami berharap pemulihan kondisi yang segera,” kata Usman Hamid dalam keterangannya, Minggu (2/10).

Menurut Usman, insiden yang merenggut nyawa ratusan orang pada Sabtu (1/10) malam itu, merupakan tragedi kemanusiaan yang menyeramkan dan memilukan. Apalagi, ada anak di bawah umur yang turut menjadi korban.

“Ini betul-betul tragedi kemanusiaan yang menyeramkan sekaligus memilukan. Perempuan dan laki-laki dewasa, remaja dan anak di bawah umur, menjadi korban jiwa dalam tragedi ini,” urai Usman, sebagaimana dikutip dari Jawapos.com.

Amnesty, lanjut Usman, menyoroti adanya penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat saat mengendalikan massa di Kanjuruhan. Karena itu, tindakan represif aparat yang menyebabkan ratusan korban meninggal ini tidak bisa dibenarkan.

“Penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh aparat keamanan negara untuk mengatasi atau mengendalikan massa seperti itu tidak bisa dibenarkan sama sekali,” ucap Usman.

Oleh karena itu, Usman meminta tragedi di Stadion Kanjuruhan bisa diusut tuntas. Pihaknya pun meminta pemerintah segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut peristiwa tersebut.

Related posts

Post ADS 1