ADB juga melaporkan bahwa kontribusi industri pertambangan mengalami penurunan karena produksi emas yang menurun. Meskipun demikian, sektor-sektor seperti layanan perjalanan internasional, komunikasi, dan real estate menunjukkan ketahanan.
Inisiatif belanja pemerintah dan peningkatan produksi gas alam cair juga memberikan kontribusi positif. Laporan ADB menyebutkan bahwa Papua Nugini memiliki potensi kenaikan signifikan terkait pembukaan kembali Tambang Emas Porgera dan keputusan investasi final untuk LNG Papua yang diharapkan pada awal tahun 2024.
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup
Proyek ini diharapkan dapat merangsang kegiatan ekonomi, meningkatkan pendapatan pajak, dan membantu mengatasi kekurangan devisa.
Potensi Pertumbuhan Papua Nugini: Harapan di Tengah Tantangan
Inisiatif pemerintah dan potensi proyek-proyek besar seperti pembukaan kembali Tambang Emas Porgera dan keputusan investasi final untuk LNG Papua pada awal tahun 2024 memberikan harapan baru.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Meskipun sektor pertambangan mengalami penurunan, proyek-proyek ini diharapkan dapat merangsang pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pendapatan pajak, dan mengatasi kekurangan devisa.
Papua Nugini, meski dihadapkan pada ujian politik dan ekonomi, memiliki potensi untuk bangkit dan mengukir masa depan yang lebih cerah.
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb












