Stiglitz berpendapat bahwa inflasi tinggi di Amerika Serikat sebagian besar disebabkan oleh masalah pasokan, bukan oleh permintaan yang kuat. Ini terjadi karena pasokan barang dan jasa terganggu oleh pandemi COVID-19 dan konflik di Ukraina-Rusia.
Dia memberikan contoh bahwa sejak pandemi dan konflik Ukraina-Rusia, pasokan chip untuk kendaraan menjadi langka, yang pada gilirannya meningkatkan harga kendaraan. Namun, di beberapa negara, mereka tidak mengatasi masalah ini dengan menaikkan suku bunga acuan.
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup
Stiglitz menekankan bahwa penanganan masalah pasokan ini telah berhasil dalam beberapa kasus, dengan harga kendaraan yang stabil dan penurunan harga minyak. Hal ini menunjukkan bahwa tidak selalu diperlukan untuk menaikkan suku bunga untuk mengatasi inflasi.
Pentingnya Perubahan Kebijakan Suku Bunga: Pandangan Joseph Stiglitz
Joseph Stiglitz dengan tegas menyatakan bahwa penting bagi komunitas global, negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk menghadap IMF dan Bank Dunia dan meminta perubahan kebijakan yang diterapkan oleh The Fed.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Dengan demikian, langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu negara-negara yang membutuhkan bantuan keuangan tanpa memberatkan mereka dengan beban suku bunga yang tinggi.












