Kasus Obesitas di Indonesia Meningkat 5 Kali lipat dalam kurun waktu 5 Tahun

  • Whatsapp
Kasus Obesitas di Indonesia Meningkat 5 Kali lipat dalam kurun waktu 5 Tahun
banner 468x60

Memo.co.id

Ancaman wabah penyakit yang berkembang dan mematikan di lingkup umat manusia saat ini bukan hanya Pandemi Covid-19, namun juga ‘wabah’ obesitas. Lantas bagaimana penekanan agama terhadap pola hidup yang sehat yang dapat terhindar dari obesitas?

Bacaan Lainnya

Ketua Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) Banten dr Yahmin Setiawan mengatakan, masalah kesehatan yang sedang tren saat ini adalah ancaman ‘wabah’ obesitas di Indonesia. Obesitas atau penumpukan lemak berlebih di tubuh manusia itu sejatinya merupakan jauh dari tuntunan agama.

“Islam itu agama yang sangat memperhatikan kebugaran dan kesehatan fisik dan rohani umatnya. Untuk menghindari pola hidup yang tidak sehat dan obesitas, maka kita (umat Islam) harus menjaga kesehatan,” kata Yahmin dalam program Republika Ngaji di akun Youtube Republika Official yang tayang setiap Kamis (13/1) pukul 20.00 WIB.

Berdasaran data penelitian kesehatan yang disebutkan Yahmin, pelonjakan kasus obesitas di Indonesia akan meningkat lima kali lipat dalam kurun waktu lima tahun saja. Bahkan diperkirakan, jumlah kasus obesitas di Indonesia dapat menyaingi sejumlah negara maju (yang bergaya hidup tidak sehat) seperti Amerika Serikat.

Masalah lain yang disebabkan adanya obesitas adalah sindroma metabolik, yakni kumpulan beberapa gejala di tubuh yang disebabkan oleh obesitas. Dia mencontohkan, penyakit diabetes, hipertensi, kanker, liver, jantung, hingga demensia.

Untuk menghindari obesitas, dia menganjurkan kepada masyarakat untuk memperhatikan sejumlah cara. Mulai dari pemeriksaan kesehatan rutin setahun sekali, mengatur pola makan, berolahraga teratur, hingga mengukur indeks massa tubuh (IMT).

Menurut dr Yahmin, puasa yang juga merupakan sunnah Rasulullah menjadi salah satu cara untuk menurunkan obesitas. Selain menjalankan Puasa Ramadhan setahun sekali, Islam juga mengajarkan berpuasa sunnah pada setiap Senin-Kamis, puasa Daud hingga puasa di pertengahan bulan. Puasa akan mengistirahatkan organ pencernaan, sarana detoksifikasi, regenerasi hingga menurunkan berat badan. 

Selain berpuasa, olahraga rutin juga menjadi cara untuk menurunkan obesitas. Di dalam Islam, shalat menjadi satu gerakan yang menyehatkan. Dr Yahmin menjelaskan, shalat bermanfaat untuk streching dan reflexing. “Gerakan shalat itu menenangkan,”jelas dia. 

Rasulullah SAW juga melakukan olahraga rutin seperti sunnah menjalankan memanah, berenang hingga berkuda. “Tiga olahraga itu merupakan olahraga favorit Rasulullah SAW,”ujar dia.

Tak hanya itu, dia menjelaskan, menjaga kesehatan dan kebersihan diri merupakan anjuran Islam. Misalnya dalam sebuah hadis disebutkan, “Al-fithratu khamsun aw khamsun minal-fithrati; al-khitan wal-istihdad wa tanful-ibthi wa taqlimul-azhfari wa qasshu as-syaaribi,”. Yang artinya, “Lima perkara yang merupakan fitrah manusia: khitan, al-istihdad (mencukur rambut pada sekitar kemaluan), mencukur bulu ketiak, menggunting kuku, dan memotong kumis,”.

Hadis tersebut dinilai merupakan penekanan yang konkret mengenai penjagaan kesehatan dan kebersihan diri.

Pos terkait