Ia menegaskan bahwa tracing dan testing secara rutin sebagai bentuk kewaspadaan, dan apabila ada anggota yang terdeteksi atau merasakan gejala ringan, seperti flu, batuk ataupun demam ringan, langsung dilakukan pengobatan untuk pemulihan.
Sedangkan vaksinasi penguat (booster) bagi seluruh anggota polres dan polsek jajaran, katanya, sudah mencapai 100 persen. Sehingga hal ini menambah ketahanan tubuh terhadap paparan virus corona dan juga salah faktor tingkat pulih anggota menjadi lebih cepat.
“Polri adalah salah satu garda terdepan dalam penanganan COVID-19 karena tugasnya yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Sehingga, sebagai upaya mitigasi dan deteksi dini dilakukan testing dan tracing proaktif secara rutin, demi kesehatan dan keselamatan anggota,” tutur Kapolres Andi.
Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak takut atau panik serta bersikap terbuka apabila ada petugas satgas melakukan testing dan tracing karena itu adalah upaya pencegahan. Sehingga cepat diambil tindakan untuk dilakukan pengobatan dan isolasi.
“Kami harap masyarakat yang merasakan gejala ringan seperti batuk, flu dan demam memberanikan diri untuk dilakukan testing dan tracing, sehingga dengan cepat diambil tindakan pencegahan agar tidak meluas. Sesuai anjuran pemerintah mewaspadai Omicron diharapkan masyarakat tetap disiplin prokes dan vaksinasi lengkap,” ujarnya.
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini












