Menariknya, bukan hanya jumlah pendatang yang menurun, tetapi juga terjadi peningkatan jumlah warga Jakarta yang pindah keluar dari ibu kota. Pada tahun 2024, tercatat 395.000 warga yang mengurus kepindahan keluar Jakarta, meningkat 38,48 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencatat 284.000 jiwa.
Budi Awaluddin menjelaskan bahwa tren ini mengindikasikan pemerataan pembangunan yang semakin baik di Indonesia. “Jakarta bukan lagi satu-satunya kota besar yang menjadi tujuan. Masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan karena pembangunan yang merata, tidak lagi terpusat di Jakarta,” tegasnya.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional












