Beliau menjelaskan bahwa pengerahan alat berat menjadi sebuah keharusan mengingat volume sampah yang sangat besar di dalam saluran irigasi tersebut. Di samping itu, banyak area yang sulit dijangkau jika hanya mengandalkan pembersihan manual.
Lebih lanjut, Bapak Sudeni mengungkapkan bahwa mayoritas sampah yang berhasil diangkut berasal dari sisa limbah rumah tangga. Mirisnya, ditemukan pula puing-puing bangunan yang diduga dibuang secara sembarangan oleh oknum warga yang tidak bertanggung jawab.
“Kami ingin menegaskan kembali komitmen penuh kami dalam menjaga kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, kami sangat berharap partisipasi aktif dari seluruh masyarakat untuk turut menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama di aliran sungai atau saluran air,” pungkas beliau dengan nada harap.












