Selain subsidi untuk BBM dengan nilai oktan (RON) 95, Malaysia juga memberikan subsidi untuk Solar dengan cetan number (CN) di atas 51, yang hampir setara dengan Pertamina Dex. Di sisi lain, Indonesia memberikan subsidi dan kompensasi untuk BBM jenis bensin dengan RON 90 atau setara Pertalite, Solar subsidi (CN 48), dan minyak tanah (kerosin).
Komaidi menjelaskan bahwa harga BBM di Malaysia dihitung berdasarkan sistem Automatic Pricing Mechanism (APM), yang mengikuti perubahan harga minyak mentah dan besaran subsidi yang ditetapkan oleh pemerintah setiap minggu.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional
Demikianlah perkembangan terbaru mengenai wacana subsidi BBM dengan oktan tinggi di Indonesia, yang sedang dipertimbangkan oleh pemerintah untuk mengurangi polusi udara dan mendukung penggunaan BBM yang lebih ramah lingkungan.
Wacana Subsidi BBM Oktan Tinggi: Solusi Polusi Udara dan Komparasi dengan Malaysia
Dalam hal ini, perlu dicatat bahwa Malaysia telah berhasil menerapkan subsidi untuk BBM oktan tinggi dengan nilai RON 95, yang setara dengan Pertamax Plus di Indonesia. Hasilnya, harga BBM berkualitas tinggi di Malaysia jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan harga BBM non-subsidi, seperti Pertamax (RON 92) di Indonesia.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum
Dengan perbandingan harga yang signifikan ini, pemberian subsidi untuk BBM oktan tinggi di Indonesia bisa menjadi langkah cerdas untuk mengatasi masalah polusi udara dan mendorong penggunaan BBM yang lebih ramah lingkungan.
Bagaimanapun, keputusan akhir dan implementasi kebijakan ini akan menjadi fokus perhatian yang besar dalam beberapa waktu ke depan, mengingat berbagai aspek teknis, regulasi, dan ekonomi yang perlu diperhitungkan.












