Dari sisi perdagangan, nilai ekspor industri agro pada tahun 2024 tercatat mencapai angka fantastis, yaitu USD67,08 miliar (sekitar Rp1.111,6 triliun) dengan volume mencapai 67,07 ton. Sektor makanan dan minuman menjadi penyumbang ekspor terbesar, dengan nilai mencapai USD41,4 miliar (sekitar Rp685,6 triliun).
Sementara itu, realisasi investasi di sektor industri agro juga menunjukkan tren yang positif, mencapai Rp206,3 triliun. Investasi ini terdiri dari Rp126 triliun modal asing dan Rp80,4 triliun modal dalam negeri. “Hal ini menunjukkan kepercayaan yang kuat dari pelaku usaha terhadap prospek jangka panjang industri agro. Sekaligus mencerminkan bahwa industri agro mampu menciptakan ekosistem yang dinamis dan penuh peluang,” ucap Menperin.
Baca Juga: Mentan Gandeng Kadin: Swasembada Pangan Jadi Prioritas Utama
Meskipun demikian, Menperin Agus Gumiwang mengingatkan bahwa industri agro masih menghadapi berbagai tantangan yang perlu diantisipasi. Beberapa di antaranya adalah fluktuasi harga bahan baku, perubahan regulasi global yang dinamis, serta dampak perubahan iklim yang semakin terasa.
“Kita perlu mengantisipasi tantangan-tantangan tersebut dengan kebijakan yang adaptif dan responsif. Selain itu, penerapan inovasi teknologi juga menjadi kunci penting untuk terus mendorong pengembangan industri agro ke arah yang lebih maju,” pungkas Menperin, menutup keterangannya.












