Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Agro

Mentan Gandeng Kadin: Swasembada Pangan Jadi Prioritas Utama

Avatar
×

Mentan Gandeng Kadin: Swasembada Pangan Jadi Prioritas Utama

Sebarkan artikel ini

MEMO  – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memegang peranan krusial dalam mewujudkan swasembada pangan, target ambisius Presiden Prabowo Subianto.

“Dalam Astacita, pertanian ditempatkan sebagai sektor prioritas. Kami melihat Kadin sebagai penggerak utama bangsa. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan Kadin akan mewujudkan mimpi kita untuk bergerak secara eksponensial,” ujar Mentan usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, di Jakarta, Senin.

Baca Juga: Indonesia Panen Raya! Surplus Beras 3 Juta Ton, Negara Lain Gigit Jari

Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kadin secara resmi menandatangani MoU untuk memperkuat sinergi dalam program swasembada pangan yang berkelanjutan.

Amran menekankan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto menjadikan sektor pertanian sebagai prioritas, karena menjadi pilar bagi empat program utama pemerintah: swasembada pangan, makanan bergizi, ketahanan energi, dan hilirisasi.

Baca Juga: Ironi Negeri Agraris, Saat Lahan Menipis, Petani Berkurang, Pangan pun Jadi Rebutan

Mentan mengapresiasi peran Kadin dalam menggerakkan perekonomian nasional, dan menekankan pentingnya kerja sama erat antara pemerintah dan dunia usaha.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Mentan bahkan menyiapkan ruangan khusus di Kementerian Pertanian untuk Kadin, agar koordinasi berjalan lebih intensif dan efektif.

Baca Juga: Curah Hujan Picu Hama Patek, Petani Cabai Jombang Merugi

“Kami siapkan ruangan di sini, agar kolaborasi semakin kokoh,” tambahnya.

Mentan juga menyoroti pentingnya hilirisasi komoditas pertanian sebagai strategi untuk meningkatkan kesejahteraan petani, mendorong ekspor, dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Pemerintah, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, telah menyiapkan program hilirisasi.

“Kita akan mempercepat upaya menghentikan impor dan meningkatkan produksi dalam negeri. Hilirisasi akan meningkatkan kesejahteraan, pemasukan devisa, dan menggerakkan perekonomian rakyat,” jelas Mentan.

Mentan juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat dicapai melalui ekspor dan investasi. Namun, ke depannya, ekspor akan didominasi oleh produk-produk hasil hilirisasi.

Saat Indonesia dilanda El Nino pada tahun 2024, Kementan melakukan refokusing anggaran, mengalihkan Rp1,7 triliun dari perjalanan dinas, seminar, perbaikan gedung, rapat, dan sebagainya, menjadi bantuan bagi petani, berupa benih unggul, pompa, serta alat dan mesin pertanian.

Hasilnya, produksi paruh kedua meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat, produksi beras Agustus – Desember 2024 meningkat 1,7 juta ton dibandingkan Agustus – Desember 2025.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie, menyatakan komitmen penuh untuk mendukung program swasembada pangan.

Ia menilai Kementan telah membuktikan bahwa efisiensi tidak harus mengorbankan kinerja dan produksi.

“Kementan adalah contoh sukses bahwa efisiensi tidak menyebabkan penurunan kinerja dan produksi. Meski El Nino sempat menyerang, produksi tetap terjaga, bahkan meningkat,” ujar Anindya.

Ia juga menyoroti perhatian besar pemerintahan Presiden Prabowo terhadap sektor pertanian. Kadin pun berkomitmen untuk mendukung program pemerintah.

“Untuk pertama kalinya ada Wakil Ketua Bidang Pertanian di Kadin, menunjukkan bahwa pertanian menjadi fokus utama Kadin. Kami akan all out, tidak hanya di pusat, tetapi juga di daerah. Kami akan terus menyuarakan bahwa jika pertanian sukses, maka Indonesia sukses,” tegasnya.

Menurut Anindya, perbedaan utama hilirisasi pertanian dibandingkan sektor lain adalah keberlanjutannya.

“Hilirisasi pertanian berbeda dengan sektor lain. Ini adalah warisan bagi anak cucu kita. Pertanian akan terus berkelanjutan,” kata Anindya.