Example floating
Example floating
Metropolis

Hutang Guru TK Yang Diteror Debt Colektor Ditanggung Pemkot Malang

A. Daroini
×

Hutang Guru TK Yang Diteror Debt Colektor Ditanggung Pemkot Malang

Sebarkan artikel ini
Hutang Guru TK Yang Diteror Dept Colektor Ditanggung Pemkot Malang
Hutang Guru TK Yang Diteror Dept Colektor Ditanggung Pemkot Malang

Dia tertarik selain disarankan teman juga karena syaratnya cukup mudah. Yaitu KTP dan identitas pribadinya. Sialnya, Bunga pinjaman online cukup besar. Satu perusahaan pinjaman online bunga pinjaman sebesar hingga 100 persen dari pinjaman awal.

Diteror Dept Collector

Karena tidak mampu membayar pinjaman online karena tempo yang singkat dan bunga yang cukup besar. Dia merasakan teror langsung dari debt collector. Teror yang dia terima tidak kenal waktu, mulai pagi hingga malam hari. Handphonenya terus berdering karena panggilan juru tagih perusahaan pinjaman online ini.

Baca Juga: YAKUZA MANEGES Den Gus Thuba dengan Tokoh Ormas / LSM Besar di Indonesia Gelar Pertemuan Tertutup Tempati Ruang Khusus Kasatreskrim Polrestabes Surabaya

Lalu dia dibuat malu, karena dibuatkan grup facebook berisikan suami, anak, keluarga dan saudara-saudaranya yang diberi nama ‘open donasi untuk pengutang’. Ancaman yang dia terima beragam, mulai teror pembunuhan, teror digorok lehernya hingga diminta untuk menjual diri agar bisa membayar hutang pinjaman online.

Jujur Malah Dipecat dari tempat Mengajar

Nasib apes kembali dia terima. Setelah dia jujur kepada keluarga dan kepada lembaga pendidikan tempat dia bekerja. Justru pemecatan yang dia terima. Alasannya TK malu kepada wali murid. Sedangkan alasan utama dia utang adalah untuk menempuh S1 sebagai syarat dia mengajar di lembaga pendidikan ini.

Baca Juga: Jelang Munas X LDII April 2025, Menteri Fadli Zon Minta LDII Perkuat Kebudayaan

Dinas Pendidikan Carikan Tempat Mengajar

Sutiaji mengatakan, soal nasib pemecatan sebagai guru TK. Dia telah meminta penjelasan langsung dari lembaga pendidikan tempat mawar bekerja. Sutiaji lalu meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana untuk mencarikan sekolah lain agar Mawar tetap mengajar.

“Yang kedua berkaitan dengan pendidikan. Saya sudah koordinasi dengan lembaga pendidikan tempat dia bekerja. Lalu saya minta Kepala Dinas Pendidikan dicarikan solusi untuk ditempatkan di sekolah lain. Supaya korban bisa tetap berkontribusi di dunia pendidikan,” tandasnya. ( ed )

Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu