Selain berdialog dengan para petani hutan, Menhut juga melakukan kegiatan simbolis berupa pelepasliaran 265 ekor burung di TNGHS.
“Tadi ada 265 ekor burung yang kita lepaskan, terdiri dari empat jenis,” kata Menhut Raja Antoni.
Rinciannya, 265 ekor burung tersebut terdiri dari 150 ekor jalak kerbau, 50 ekor tekukur, 50 ekor kutilang, dan 15 ekor trucukan.
Saat proses pelepasliaran, Menhut mengajak anak-anak dari lingkungan warga sekitar untuk turut serta melepaskan burung-burung tersebut ke alam bebas. Beliau juga mengingatkan anak-anak untuk tidak menangkap ataupun membunuh burung, terutama yang berada di lingkungan sekitar mereka.
“Ada beberapa anak saya ajak bareng-bareng, karena masa depan hutan, masa depan keanekaragaman hayati sangat bergantung pada mereka,” pungkas Raja Antoni.












