Example floating
Example floating
Life Style

Hukum Tidur Sepanjang Hari Saat Berpuasa Menurut Perspektif Islam

Alfi Fida
×

Hukum Tidur Sepanjang Hari Saat Berpuasa Menurut Perspektif Islam

Sebarkan artikel ini
Hukum Tidur Sepanjang Hari Saat Berpuasa Menurut Perspektif Islam
Hukum Tidur Sepanjang Hari Saat Berpuasa Menurut Perspektif Islam

MEMO

Tidur saat berpuasa merupakan topik yang sering diperbincangkan dalam konteks keagamaan Islam. Artikel ini akan menguraikan makna sebenarnya dari tidur saat berpuasa, hukumnya menurut perspektif agama Islam, serta adab-adab yang seharusnya dipatuhi saat menjalankan ibadah puasa.

Baca Juga: Langkah Hijau Volume Sampah Ramadhan Di Bondowoso Potensi Meningkat Sarkaspace Hadirkan Drop Box Khusus Botol Plastik Untuk Jaga Kebersihan Kota

Dengan pemahaman yang mendalam, kita dapat memahami bagaimana tidur dapat menjadi bagian dari ibadah ketika dilakukan dengan benar dan sesuai dengan ajaran agama.

Rahasia Tidur Saat Berpuasa yang Jarang Diketahui Orang!

Saat menjalankan ibadah puasa, banyak orang sering merasa kelelahan. Hal ini seringkali membuat mereka merasa ngantuk dan tergoda untuk tidur sepanjang hari. Namun, bagaimana sebenarnya pandangan agama terhadap tidur sepanjang hari saat berpuasa?

Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur

Meskipun tidur sepanjang hari tidak membatalkan puasa seseorang, para ulama menganggapnya sebagai perbuatan yang makruh karena tidak sesuai dengan tujuan utama berpuasa, yaitu meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan melakukan lebih banyak ibadah selama bulan puasa.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis:

Baca Juga: Fakta!!! Penumpang Daop 7 Madiun Meningkat 4,6 Persen pada Masa Nataru 2025/2026 Dibanding Tahun Sebelumnya

“Tidurnya orang yang berpuasa dianggap sebagai ibadah, diamnya adalah tasbih, amal ibadahnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni” (HR Baihaqi).

Namun sayangnya, banyak orang yang salah mengartikan hadis tersebut sebagai alasan untuk tidur seharian dan tidak melakukan aktivitas apapun selama berpuasa. Padahal, salah satu adab penting dalam menjalankan puasa adalah tidak berlebihan tidur di siang hari.

Imam al-Ghazali menjelaskan: