Tidur saat berpuasa merupakan topik yang sering diperbincangkan dalam konteks keagamaan Islam. Artikel ini akan menguraikan makna sebenarnya dari tidur saat berpuasa, hukumnya menurut perspektif agama Islam, serta adab-adab yang seharusnya dipatuhi saat menjalankan ibadah puasa.
Dengan pemahaman yang mendalam, kita dapat memahami bagaimana tidur dapat menjadi bagian dari ibadah ketika dilakukan dengan benar dan sesuai dengan ajaran agama.
Rahasia Tidur Saat Berpuasa yang Jarang Diketahui Orang!
Saat menjalankan ibadah puasa, banyak orang sering merasa kelelahan. Hal ini seringkali membuat mereka merasa ngantuk dan tergoda untuk tidur sepanjang hari. Namun, bagaimana sebenarnya pandangan agama terhadap tidur sepanjang hari saat berpuasa?
Meskipun tidur sepanjang hari tidak membatalkan puasa seseorang, para ulama menganggapnya sebagai perbuatan yang makruh karena tidak sesuai dengan tujuan utama berpuasa, yaitu meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan melakukan lebih banyak ibadah selama bulan puasa.
Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis:
“Tidurnya orang yang berpuasa dianggap sebagai ibadah, diamnya adalah tasbih, amal ibadahnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni” (HR Baihaqi).
Namun sayangnya, banyak orang yang salah mengartikan hadis tersebut sebagai alasan untuk tidur seharian dan tidak melakukan aktivitas apapun selama berpuasa. Padahal, salah satu adab penting dalam menjalankan puasa adalah tidak berlebihan tidur di siang hari.
Imam al-Ghazali menjelaskan:












