Hotel dan Resto Dipasangi Alat Perekam Transaksi, Hindari Kebocoran Pajak

  • Whatsapp
Hotel dan Resto Dipasangi Alat Perekam Transaksi, Hindari Kebocoran Pajak
Hotel dan Resto Dipasangi Alat Perekam Transaksi, Hindari Kebocoran Pajak
banner 468x60

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menargetkan sebanyak 200 hotel dan restoran bisa dipasangi alat perekam transaksi secara online.

Sistem yang diberi nama Bima Tapping Apps ini memungkinkan pelaporan secara real time setiap transaksi yang dilakukan termasuk besaran nominal pajak yang harus dibayarkan ke kas daerah.

Bacaan Lainnya

“Pelaporan transaksi ini secara online yang langsung terhubung ke Bapenda, sehingga bisa langsung terlihat dan menghindari adanya kebocoran dari wajib pajak yang nakal,” kata Plt Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan di Terminal Wisata Grafika Cikole, Lembang, Selasa (23/11/2021).

Hengki mengatakan, aplikasi perekam transaksi online ini akan didorong untuk diterapkan di wajib pajak (WP)!yang skala besar. Namun tidak menutup kemungkinan di tempat-tempat penginapan di Lembang juga dipasangi alat ini agar potensi PAD KBB bisa dioptimalkan dan terus meningkat setiap tahun.

“Melalui aplikasi pelaporan online ini juga bisa menghindari kebocoran pajak, karena semua terkontrol secara sistem. Target saya sih bisa dipasang di semua wajib pajak yang besar-besar di KBB,” imbuhnya.

Kepala Bapenda KBB Hasanudin menyebutkan, alat perekam transaksi online ini software-nya masuk diperangkat mesin kasir. Jadi setiap transaksi pasti akan terekam dan di setiap tempat bisa saja terpasang lebih dari satu, tergantung ada berapa titik kasir pembayaran di lokasi tersebut.

“Melalui penerapan aplikasi ini pasti akan ada peningkatan PAD ke daerah. Yang jelas tidak ada alasan WP menolak program ini, kalau mereka menolak itu patut dicurigai,” tandasnya.

Sementara Head Commercial PT Bima Sakti Alterra selaku pengelola Bima Tapping Apps, Adi Dharmayuda menjelaskan, sistem ini akan dipasang di kasir pada wajib pajak hotel dan restoran. Nantinya aplikasi ini akan merekam semua aktivitas pembayaran dan langsung bisa dikonversikan berapa nilai pajak yang bisa didapatkan oleh daerah.

“Jadi data bisa langsung ditampilkan pada dashboard Bapenda secara realtime, sehingga bisa diketahui berapa pajak yang disetorkan dari WP dan tidak bisa dimanipulasi atau dikurang-kurangi,” pungkasnya.

 

Pos terkait